Mengintip Aktivitas Pondok Putri

Home - Kegiatan - Mengintip Aktivitas Pondok Putri

Mengintip Aktivitas Pondok Putri

Menurut Putri, sekarang ini Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Quran, Bulak santri, memiliki 40 santri, yang duduk dikelas dua dan tiga SMP. Dalam satu semester, setiap santri ditargetkan menghafal 2,5 juz.

Tanpa membuang tempo, Putri pun mengajak berkeliling pondok pesantren mulai lantai paling dasar sampai paling tinggi, lantai lima. Dalam satu kamar, biasanya diisi oleh tujuh orang santri dan satu guru pembimbing. Guru pembimbing, kebetulan banyak yang hafal quran sehingga para santri bisa mencuri-curi waktu bertanya atau membetulnya bacaan qurannya.

Kegiatan di dalam pondok juga beragam sehingga tidak membuat para santri mudah jenuh. Aktifitas para santri dimulai dari pukul tiga pagi, ketika dimulainya salat tahajud bersama. Selain salat tahajud, para santri juga dibiasakan puasa Senin – Kamis.

“Tetapi santri-santri disini banyak juga yang suka puasa daud,” kata Putri.

Pelajaran Tahfiz memperoleh porsi paling besar, dibanding pelajaran umum lainnya. Dalam sehari, pelajaran tahfiz diberikan sampai tiga kali, yakni selepas subuh, ashar dan isya.

“Santri yang hafalannya belum lancar, diulang-ulang sampai hafal,” kata Putri.

Meski ini adalah pondok pesantren khusus putri, tetapi aturan yang dijalankan tidak kenal kompromi. Setiap Ahad, santri – santri mendapat giliran piket membersihkan kamar. Jika terjadi kehilangan barang berharga, seluruh santri akan dikumpulkan di mushala dan setiap lemari di sisir.

Putri mengatakan, dengan aturan yang serius ini, beberapa santri ada yang memilih kembali kepada orang tuanya, tetapi banyak santri yang menikmati kehidupan ala pondok pesantren yang serba teratur.

“Alhamdullilah, santri-santri disini banyak yang nurut, walau masuk ke pondok pesantren ini atas dorongan orang tua,” kata Putri.

Supaya tidak jenuh, disini para santri diberikan kebebasan memilih pelajaran ekstrakulikuler. Mulai dari bulu tangkis, design grafis, kaligrafi, sampai tekwondo. Kegiatan ekstrakulikuler ini, dilakukan setiap hari Ahad sampai waktu zuhur.

Kamis dan Sabtu merupakan jadual, dimana para santri diperkenankan menggunakan telepon asrama untuk melepas rindu pada orang tua. Untuk pelajaran fiqih, biasanya diberikan setiap Senin dan Kamis, sembari menunggu waktu berbuka puasa. Pada kesempatan itu, santri – santri kerap diingatkan agar fokus menghafal quran dan tidak membiarkan perasaan terhanyut pada lawan jenis. (suci)

 

Share

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: