Terinspirasi Ceramah Ustad Yusuf Mansur

Home - Kegiatan - Terinspirasi Ceramah Ustad Yusuf Mansur

Terinspirasi Ceramah Ustad Yusuf Mansur

 

 

Ahad pagi, pada pekan ketiga Desember 2011, Ustad Yusuf Mansur telihat menghadiri Seminar Spiritual Business, yang diisi para pengusaha muda. Setelah pembacaan ayat suci oleh Saefuddin Zuhri, Ustad Yusuf Mansur pun naik ke atas panggung.  

“Saya dari dulu seneng banget menuntut ilmu,” kata Yusuf Mansur, dengan logat Betawi.
Baginya, majelis ilmu bukan sekadar tempat untuk memperoleh ilmu-ilmu baru, tetapi tanpa banyak awam tahu, majelis ilmu selalu dipenuhi oleh malaikat-malaikat. Untuk itu, saat berada dalam majelis ilmu perbanyaklah doa karena ada malaikat Allah yang akan membawa doa-doa kita.

Majelis ilmu, juga merupakan tempat berkumpulnya orang-orang yang ingin maju. Dengan rutin menghadiri majelis ilmu, maka kita akan tertular energi positif sehingga ikut terdorong untuk menjadi orang maju.

“Indonesia setidaknya membutuhkan 33 ribu pemimpin masa depan.  Dan semoga kita menjadi bagian dari pemimpin tersebut”, tandas Ustad Yusuf Mansur yang diamini para peserta.

Di barisan paling belakang, Khansha Annawa Zahra Rumaisha (9), ikut mendengarkan. Bersama 25 orang teman – temannya dari Pondok Ar-Rohman, Khansha diminta menyanyi lagu ‘Oh Pondok Ku’ dalam acara seminar itu.

Khansha dan ibunya salah satu penggemar berat Ustad Yusuf Mansur. Sebelum masuk ke Pondok Ar-Rohman pada Oktober 2011 lalu, Khansha sering mengikuti pengajian Ustad Yusuf Mansur, lewat layar televisi.

“Saya masuk ke Pondok Pesantren Tahfiz Daarul Quran karena kemauan sendiri. Saya sering melihat Ustad Yusuf Mansur di TV, lama-lama jadi tertarik ingin belajar disini,” kata Khansha, yang sudah hafal surat Ar-Rahman dan Al-Mulk.

Keinginan khansha yang kuat, membuat Ibunda Khansha nekad mendaftarkan putri sematawayangnya. Khansha, bukan dari keluarga borjuis. Untungnya, PPPA Daarul Quran memiliki program beasiswa. Kesempatan ini pun segara dimanfaatkan Ibunda khansha.  Berkaca pada kondisi keluarga dan kemauannya yang tinggi, Khansha pun diterima sebagai santri penerima beasiswa.                

Bagi Khansha, Ahad pagi itu merupakan kesempatan pertama bisa melihat ustad favoritnya dalam jarak dekat. Ceramah – ceramah ustad Yusuf Mansur, buat Khansha adalah lecutan semangat untuk mengangkat martabat keluarga.

“Saya ingin mengajak Ibu naik haji,” katanya.        

Pada 8 Januari nanti, Khansha dan teman-temannya memasuki masa liburan sekolah. Khansha tidak sabar menunggu karena sudah dua bulan lebih belum bertemu Ibu.

“Ibu tinggal di Depok, Ayah tinggal di Bogor. Sekarang, kalau ada apa-apa saya sama ibu. Saya sudah kangen sekali sama ibu,” kata Khansha, sambil berdiri bertepuk tangan, ketika Yusuf Masyur turun dari podium.(Suci)

Share

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: