Anugerah Santri Cilik Terbaik

Home - Kegiatan - Anugerah Santri Cilik Terbaik

Anugerah Santri Cilik Terbaik

cilik

Dari seluruh santri cilik (sighor) warga Kampung Qur’an, tersebutlah kakak-beradik Achmad Ra’uuf Abdillah dan Achmad Rafif Syaifullah. Sang kakak  kelas 6 SD, sedangkan adiknya kelas 3.

Keduanya tak pernah terlambat masuk kelas maupun ke mushola. Bahkan seringkali menjadi santri pertama yang hadir di sana, dengan penampilan yang selalu rapi dan bersih.

Sesuai pesan Ustadz Ahmad Jameel agar beramal secara keras dan cerdas, Ra’uuf sering bangun duluan di sepertiga malam terakhir. Ia lalu membangunkan teman-temannya untuk shalat tahajud. Dengan demikian, selain mendapat pahala dari tahajudnya sendiri, ia juga mendapat ganjaran atas amalan qiyamul lail kawan-kawan yang dibangunkannya. Sebuah ikhtiar yang keras dan cerdas, bukan?

Itulah yang membuat duo-Achmad mendapat anugerah sebagai Santri Terdisiplin periode Agustus-September 2012. Mereka mendapat hadiah berupa piranti belajar.

Penganugerahan berlangsung dalam acara yang bertema Grateful and Charity di Al Ikhlas Building, Kampung Qur’an, dua pekan lalu.

Hadir dalam hajatan ini, para pimpinan Yayasan seperti Ustadz Anwar Sani, Ustadz Slamet ibnu Syam, dan pimpinan Sekolah Dasar (shigor) putra maupun putri. Ratusan santri sighor turut meramaikan bersama para walisantri.

Kepala Program Shigor, Ustadz Kupmin Rambe, menjelaskan,  penganugerahan Santri Terbaik Shigor Putra dimaksudkan untuk memotivasi para santri agar berusaha mencetak prestasi terbaik, menjadi teladan bagi temannya, dan akhirnya menjadi inspirasi bagi seluruh santri.

Ajang Anugerah Santri Terbaik Shigor Putra berlangsung setiap dua bulan, meliputi Kategori Tahfidz, Disiplin, dan Kategori Mandiri. Masing-masing berlaku untuk perorangan tingkat kelas 1-4 SD dan kelas 5-6 SD. Sedangkan Anugerah Kamar Terbersih diberikan kepada kelompok penghuni kamar, dengan hadiah piala bergilir.

Untuk dwi-bulan terakhir, Santri Tahfidz Terbaik kelas 5-6 adalah Septia Sudrajat. Santri kelas 6 ini hafalannya mencapai 10 juz. Setiap bulan ia mampu menghafal lebih 1 juz.

Sedangkan Salman Fatih Al-Aghniya menjadi Santri Tahfidz Terbaik kelas 1-4. Santri kelas 1 SD ini sudah menghafal 2 juz Qur’an.

Untuk Santri Mandiri kelas 5-6, terpilih Syahrurrahman. Sedangkan yang kelas 1-4 Ilham Damar Zaman. Keduanya dinilai memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya. Mereka punya inisiatif sendiri, tak perlu menunggu disuruh oleh pembina atau ustadznya untuk peduli sekitar. Misalnya, turut membersihkan sekitar asrama walaupun bukan jadwal piketnya. Bahkan Syahrurrahman bersama sohibnya Ra’uuf  tak segan membersihkan kamar mandi umum dengan kemauan mereka sendiri.

Ajang Santri Terbaik Shigor Putra dimeriahkan dengan penampilan santri shigor putra maupun putri. Misalnya lantunan asmaul husna, shalawatan, alunan lagu Hymne Daqu, dan parade tepuk semangat Daqu. Tak ketinggalan tampilan vokal shigor putri dan demonstrasi senam otak.

Termasuk acara yang paling dinantikan adalah pengumuman pemenang dan pembagian piala serta hadiah.

Dalam taushiyahnya, Ustadz Anwar Sani mengisahkan perjuangan ibunda Siti Hajar mencari air demi mengobati hausnya Nabi Ismail. ‘’Siti Hajar berlari kecil bolak-balik tujuh kali antara bukit Shofa dan Marwah memburu kilauan air yang ternyata fatamorgana belaka. Perjuangannya diganjar Allah SWT dengan mata air zamzam. Seperti itu pula perjuangan orangtua kalian saat ini, terutama ibu, agar adik-adik kelak menjadi Generasi Qur’ani,’’ tutur Ustadz Sani.

Share

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: