Ingin Jadi Dokter setelah Neneknya Tak Terselamatkan

Home - Banyuwangi - Ingin Jadi Dokter setelah Neneknya Tak Terselamatkan

Ingin Jadi Dokter setelah Neneknya Tak Terselamatkan

Foto

Banyuwangi – 16/9/2015. Terkadang semangat dan keinginan itu bisa muncul dari faktor luar, bahkan dari kejadian yang terjadi disekitarnya saat itu. Hal ini yang di alami oleh salah satu santri peserta Tahfidz Camp, sekilas cerita saat tim media ngobrol santai bersama ananda Maulana Fahmi Darul Fikri disela-sela dia menghafal Al Quran. “Saat itu kejadian bulan Desember 2014, nenek saya sakit dan dibawa ke rumah sakit, atas izin ALLAH dan pada akhirnya nyawa nenek saya tidak terselamatkan”meninggal dunia” dan dr kejadian yg menimpa keluarga saya inilah, yang membuat saya terinspirasi dan termotivasi kuat ingin menjadi seorang Dokter” sungguh ini keinginan yg hebat.  “Saya ingin menjadi dokter yg beda dari dokter-dokter lain, yaitu Dokter yg hafal Al Quran” lanjut FAHMI nama panggilannya.

Mohon doa dari semuanya semoga ananda Maulana Fahmi Darul Fikri, tercapai cita-cita mulianya yaitu menjadi Dokter penghafal Quran, dan kelak menjadi insan yang bermanfaat bagi orang sekitar, keluarga, bangsa dan agama. Kita doakan juga untuk semua santri-santri yang lain.

Informasi yang kami dapatkan dari pengasuh Tahfidz Camp, Ust Habib Mustofa Al Hafidz menuturkan bahwa Alhamdulillah saat ini Fahmi ini sudah selesaikan hafalan 15 juz, dan santri teryata juga asal dari Banyuwangi, satu lokasi dengan Pesantren Tahfidz Daarul Quran Banyuwangi (sekarang dalam proses pembangunan).

Diusia Fahmi yg masih anak-anak,saat ini dia kelas II SMP dan umur 13 tahun, dia sangat semangat menghafal dan belajar ilmu umum yg diajarkan di sekolahnya. Doa dan dukungan kita semua selalu mengiringi langkah para santri sebagai generasi masa depan bangsa Indonesia. Aaamiin. (hendy)

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: