Sehari di Daqu Bersama Qari Yusuf

Home - Berita - Sehari di Daqu Bersama Qari Yusuf

Sehari di Daqu Bersama Qari Yusuf

Qori Yousef

Pemuda tinggi semampai, rendah hati, ganteng, macho, hafal Quran lagi. Siapa yang tak terpesona padanya. Demikianlah maka tatap mata seisi Pesantren Daarul Quran Ketapang, Tangerang, tertuju padanya tatkala ia datang pada Sabtu (24/10) siang lalu dan disambut Ustadz Slamet Ibnu Syam. Langkahnya diiringi lantunan sholawat dari Tim Marawis Santri Daqu.
Dia adalah Qari Youssef (Yusuf) Edghoch (28). Lahir di Rabbat, ibukota Maroko, Youssef diajak orangtuanya hijrah ke Amerika saat berusia 6 tahun.
Besar di Amerika, Yusuf dididik orangtuanya yang ahli Quran agar tidak kehilangan pribadi muslimnya. Yusuf menyelesaikan hafalan qurannya saat masih remaja. Ia melafazkan riwayat Warsh an Nafi dan  Hafs an Aasim.
Pada usia 16 tahun, Yusuf sudah mulai memimpin sholat taraweh di Hawaii.
Semula tinggal di North Carolina, dan mengajar pada sekolah hafalan Quran. Kemudian ia pindah ke Texas pada komunitas saudaranya, sebelum akhirnya hijrah ke Islamic Institute of Orange County tahun 2005.
Qari  Yusuf kini Asisten Imam dan Direktur Sekolah Alquran di IIOC di Los Angeles, California, dan mengajar hafalan, lafal, dan tajwid.
Selama di Pesantren Daqu, Qari Yusuf sangat menikmati kebersamaan dengan santri melalui serangkaian acara yang produktif. Ia memberi pelatihan cara bermain hadrah kepada santri dan olah vokal kepada Tim JMQ. Yusuf juag menunjukkan suara emasnya dengan melantunkan beberapa ayat Quran. Ia pun mendendangkan lantunan shalawat di hadapan para santri, yang terhanyut dan mengikutinya.
Pada sore harinya, Qari Yusuf berkeliling area pesantren didampingi pengasuh pesantren. Kemudian dia bermain futsal dan basket bersama para santri di halaman Asrama Tabarak.
Malamnya harinya, Qari Yusuf menjadi imam Sholat Maghrib dan Isya di Masjid Nabawi Daqu. Suara merdunya menghadirkan suasana khidmat dan kekhusyukan seisi masjid.
Usai dzikir dan doa, selepas Sholat Isya, Qari Yusuf menyampaikan taushiyah tentang Islam di Amerika.
Kita harus bangga menjadi seorang muslim dan bangga menjadi Penghafal Al Qur’an, demikian salah satu pesan pokoknya.
Di akhir ceramahnya, Qari Yusuf mengucapkan banyak terimakasih atas sambutan yang sangat meriah dan berkesan dari para santri. Saya sangat berharap semoga bisa berkunjung kembali ke Daarul Quran, tutupnya.

Share

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: