Kini Mereka Tidak Ragu Memilih Masuk Pesantren

Home - Berita - Kini Mereka Tidak Ragu Memilih Masuk Pesantren

Kini Mereka Tidak Ragu Memilih Masuk Pesantren

IMG-20151203-WA0025

Rep&Foto:  Jhony/Daqu

Beberapa tahun lalu banyak anak yang enggan melanjutkan jenjang pendidikan ke pesantren. Stigma pesantren sebagai tempat buangan dan tidak menyenangkan sangat melekat dibenak banyak orang.

Namun, seiring perjalanan waktu stigma itu mulai bergeser kini banyak anak-anak yang dengan mantap memilih pesantren sebagai tempat pendidikan selanjutnya. Itulah yang terlihat kala ratusan calon santri mengikuti ujian masuk Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an di Ketapang, Tangerang, Sabtu (5/12).

Solihin orangtua calon santri yang berasal dari Cilacap mengatakan ia dan anaknya menempuh perjalanan dengan menggunakan bis untuk mencapai lokasi Ponpes. Ia mengaku sejak awal anaknya ingin melanjutkan pendidikan SMU di pesantren.

“Saat mendengar keinginannya saya mengucap Alhamdulillah. Sejak mendengar ceramah ustadz Yusuf Mansur akan besarnya manfaat yang didapat dengan menghafal Al-Qur’an saya langsung berdoa agar anak saya menjadi penghafal Al-Qur’an” ujar Solihin.

Solihin mengaku mengenal pesantren tahfidz Daqu dari tausiyah ustadz Yusuf Mansur dan juga dari website daqu.sch.id. Ia mengatakan ini adalah kunjungan pertamanya ke pesantren tahfidz Daqu.

“Melihat suasana yang asri dan penuh ketenangan anak saya semakin mantap dan berusaha untuk lulus dalam ujian masuk kali ini” ujarnya.

Hal serupa diungkapkan oleh Nurika yang berasal dari Jatiasih, Bekasi. Ia berangkat selepas subuh untuk mengantar putranya mengikuti ujian masuk untuk tingkat SMP. Ia mengatakan kini pesantren tidak lagi tertinggal dengan pendidikan umum lainnya.

“Insya Allah banyak hal yang akan putra saya dapatkan dari pesantren seperti kemandirian, menjadi penghafal Al-Qur’an selain juga akan menjadi bekal saat ia menjadi pemimpin bagi di masyarakat dan keluarga” ujar Nurika.

Harapan serupa diungkapkan oleh Asni yang datang jauh dari Sulawesi Tenggara. Ia mengantar putranya yang akan menjalani ujian masuk pesantren tingkat SMP. Asni mengaku sejak pertengahan kelas 6 SD putranya sudah mantap untuk masuk pesentran tahfidz Daqu.

“Saat mendengar keinginannya saya mengucap Alhamdulillah mengingat kini pergaulan usia remaja begitu liar. Semoga dengan masuk pesantren akan memupuk jiwa anak saya penuh dengan nilai positif dan doa kami agar beliau bisa menjadi penghafal Al-Qur’an” ujar Asni.(ed:gmt)

Share

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: