Ustadz Bisri: Doa, Salah Satu Cara Mendekatkan Diri kepada Allah

Home - Berita - Ustadz Bisri: Doa, Salah Satu Cara Mendekatkan Diri kepada Allah

Ustadz Bisri: Doa, Salah Satu Cara Mendekatkan Diri kepada Allah

IMG-20160325-WA0023

Manusia, selain disebut sebagai ahsanut-taqwim (seindah-indahnya ciptaan) juga disebut di dalam al Quran sebagai makhluk dhaif, seperti dalam surat an Nisa ayat 28.

Hal ini seperti disampaikan Ustadz Bisri dalam pengajian yang digelar di Masjid Nabawi, Pondok Pesantren Daarul Quran, Jumat (25/3/2016).

Ustadz Bisri melanjutkan petuahnya, menurutnya, satu sisi manusia lemah. Namun di sisi lain, manusia memikul tanggung jawab khalifah di muka bumi.

“Maka, manusia harus ‘mendekat’ kepada Yang Maha Kuat,” kata Ustadz Bisri di hadapan para jamaah, yang beberapa diantaranya berasal dari majlis taklim asal Pacitan, Jawa Timur.

Ada banyak cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Salah satunya, kata Ustadz Bisri, adalah dengan berdoa.

Ustadz Bisri juga mengingatkan kepada para jamaah cara-cara dalam berdoa.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berdoa. Pertama, kita musti sadar kalau kita adalah peminta (pendoa). Layaknya peminta, hindari sombong apalagi songong,” katanya yang ditanggapi oleh senyuman kecil para jamaah.

Ia melanjutkan, kedua, yakini sepenuhnya bahwa Allah pasti mengabulkan.

“Sehingga kita tinggal sabar saja,” lanjutnya.

Ketiga, Ustadz Bisri juga menganjurkan untuk memaksimalkan usaha. Ia mengutip sebuah hadits, yang menyebut Ali ra pernah berkata, “Pendoa tanpa usaha, bagai pemanah tanpa busur.”

Keempat, menurut Ustadz Bisri, selaku manusia kita tidak tahu persis, apa yang maslahat bagi kita. Sehingga tidak jarang Allah Swt mengganti pengabulan doa manusia dalam bentuk lain yang sesuai dengan mereka.

Pesan kelima, Ustadz Bisri menganjurkan untuk mengedepankan rasa syukur.

“Karena terlalu banyak nikmat yang kita peroleh tanpa kita minta. Semisal hidupnya kita di dunia tidak pernah kita minta,” katanya lagi.

Sehingga, ia berpesan, “Doa adalah ibadah sehingga pasti berpahala. Namanya pahala, pasti akibatnya baik. Kebaikannya bisa kita rasa di dunia, atau akhirat. Atau di keduanya. Jadi nikmati saja hidup ini,” tutupnya. (*)

Share

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: