Jadikan Sedekah Sebagai Wasilah Kita Pada Allah Swt

Home - Berita - Jadikan Sedekah Sebagai Wasilah Kita Pada Allah Swt

Jadikan Sedekah Sebagai Wasilah Kita Pada Allah Swt

IMG-20160427-WA0015
Ceramah KH Ahmad Kosasih (Dewan Syariah Daarul Qur’an) dalam menyambut Gerakan Sedekah Nasional.
Assalamualaikum, wr, wb
Bertepatan dengan 27 April yang berdekatan dengan 27 rajab ini sangat bagus sekali merupakan gerakan sedekah nasional yang sudah bertahun-tahun dilakukan oleh keluarga besar Daarul Qur’an. Sedekah ini merupakan Sunnah toyyibah.
Mereka yang mengajak dan menganjurkan perbuatan baik lalu diikuti oleh banyak orang maka akan mendapat juga pahalanya. Insya Allah Daqu mendapat pahala mereka yang sedekah pada hari Garsena ini. Begitupun sebaliknya. Maka jangan pernah sekali-kali mengajak orang kepada tingkah laku yang jelek. Tetapi mulailah untuk mengajak kepada kebaikan, sehingga jika orang ikuti kita , kita juga dapat pahalanya.
Hadirin yang dirahmati Allah
Dalam Islam ada binatang atau hewan yang kita anggap kotor bahkan najisnya termasuk najis berat atau najis mugolladoh. Anjing dan babi dikategorikan sebagai hewan yang paling kotor. Megangnya saja, sudah bernajis, tetapi Allah swt kepada seluruh makhluknya ada nilai-nilai kebaikan apabila kita melakukan sesuatu yang membahagiakan. Jangankan kepada manusia, atau kepada hewan piaraan kita, kepada hewan yang tadi dianggap sangat kotor dan najis ada imbalan jika kita melakukan sesuatu yang baik.
Rasulullah saw menceritakan begini, zaman dulu dan ini hadis sohih, ada seorang wanita, wanita ini dianggap sebagai wanita yang nakal, wanita yang suka menggoda pria. Seorang wanita yang memang pekerjaannya yang jelek-jelek.  Satu hari dia kehausan yang sangat, jika dalam kehausannya tentunya dia cari air, alhamdulillah dapat air tapi harus turun ke sumur, tidak ada timba, jadi harus turun. Kalau dengan tangan saja tidak sampai apalagi dengan mulut jadi terpaksa turunlah wanita tersebut. Setelah hilang hausnya, lalu naiklah wanita itu. Begitu ia naik melihat seekor anjing sedang menjilat-jilat tanah, ini pertanda bahwa anjing tersebut kehausan. Si wanita berpikir pasti anjing ini kehausan sebagaimana yang saya rasakan. Lalu dia turun lagi ke sumur dengan susah payah untuk mengambil air. Apa yang digunakan alat untuk mengambil airnya Dia turun dia buka sepatunya dan melalui sepatunya kulit yang bisa menampung air banyak dan tidak bocor.IMG-20160427-WA0014
Memang dalam islam, ada istilah hayan muhtaram dan hayawan goiru muhtaramGoiru muhtaram itu hewan atau makhluk  yang tidak patut dijaga kehormatan hidupnya. Gak perlu dijaga keselamatannya sampai matipun gak apa-apa. Umpama kita punya air botol mineral, ada hayawan goiru muhtaram yang tidak perlu dijaga kelangsungan hidupnya. Sementara ada orang yang perlu untuk berwudu, maka air ini diberikan kepada orang yang mau berwudu.
Ada 6 hayawan goiru muhtaram, 4 manusia, 2 binatang.
1.     Azzaani al muhshon, pezina muhson, muhson itu seorang pezina yang sdah menikah baik laki maupun perempuan. Apa hukumannya, di razam sampai mati, artimya hak dia sampai mati, jika kelaparan kehausan biarin saja sampai mati. Bahkan kematiannya dalam islam dikatakan kematian paling menyeramkan, mengenaskan, menakutkan.
2.     Al murtad, (keluar dari Islam) muslim lalu murtad itu haknya mati
3.     Al kafirul harbi (orang kafir dalam suasana perang, si kafir berhadapan dengan muslim, maka si kafir harus mati)
4.     Pelaku pembunuhan (qotilun nafs). Pembunuh yang dinyatakan qisos.
Nah 4 manusia ini jika berdampingan dengan kucing dirumah kita, keduanya kehausan, maka yang dikasih minum adalah kucing, karena kucing lebih dihormati.
 5.     Babi
6.     Anjing gila, galak.
 Nah ternyata anjing biasa tidak termasuk goiru muhtaram. Maka ketika si wanita memberi minum kepada si anjing tadi, nabi bersabda  “Allah swt berterima kasih kepada si wanita tadi atas perbuatannya maka Allah ampuni dosanya selama hidupnya, oleh satu perbuatan yang mana perbuatan itu kelihatannya sepele, tetapi Allah berterima kasih kepada wanita tersebut dan diampuni semua dosanya. Begitu murah Allah. ” pada kisah lain disebutkan seorang laki-laki dengan mengerjakan hal yang sama dan dijamin masuk surga oleh Allah.
Sebaliknya kata nabi ada orang yang masuk neraka gara-gara menyiksa binatang, . ada seorang wanita dikabarkan bakal masuk neraka, gara-gara apa? Gara-gara ngikat dan ngurung kucing. Tanpa dikasih makan minum.
Ini pelajaran buat kita bahwa kalau saja kepada hewan Allah begitu besar syukurnya yang melakukan kebaikan, berbuat baik kepada anjing yang kita anggap binatang kotor itu ada pahalanya ada balasannya dari Allah.
Kita bandingkan, bagaimana kalau pemberian itu, entah itu makanan, minuman, ataupun alat-alat yang bisa dimanfaatkan orang lain itu diberikan kepada manusia, pasti apa? Pasti pahalanya lebih besar. Disinilah orang-orang tua kita, guru-guru kita mengajarkan kepada kita pake ayat ini, “wahai orang yang beriman bertakwa kepada Allah, dan carilah kepada allah itu wasilah”
Jadi kalau pengen sampai kepada Allah maka carilah wasilah, apa itu wasilah? Perantara, alat nyambung komunikasi dengan Allah supaya apa yang kita minta sampai kepada Allah dan dikembalikan kepada kita apa yang menjadi permintaan kita.
Pakai apa wasilahnya? Pake perbuatan-perbuatan baik. Perbuatan baik yang paling berharga disisi Allah itu apa? Dzikir kembali ke kita, shalat buat kita, baca quran kepada kita kebaikannya, tapi kalau sudah kebaikan itu berdampak kepada orang lain maka ini pahalanya lebih besar lagi, karena ketika kebaikan menyebar kepada orang lain maka akan melebar pahala dan membesar pahala dari Allah swt.
Nah,  sedekah adalah perbuatan baik yang berdampak kepada orang lain. Sampai tersenyumnya kita kepada saudara kita adalah sedekah. Tetapi tentunya sedekah yang bermanfaat adalah sesuatu yang bisa  digunakan oleh penerima sedekah tersebut, bisa dengan sebagian harta kita, barang-barang yang kita miliki untuk diberikan kepada orang lain.IMG-20160427-WA0023
 Nabi bersabda “kalau kita mau memberikan sesuatu entah itu makanan, uang, pilih –pilih juga orangnya, kepada siapa? Sebaiknya makanan kita, harta kita, barang kita dianjurkan, hanya dimakan oleh orang yang bertaqwa, sholeh. Yang sedang menuntut ilmu, sedang belajar, ”
Disinilah yang kata Allah, cari wasilah untuk bisa sampai kepada Allah swt, bukan berupa ke kuburan, tempat angker, benda-benda keramat, tapi kalau wasilahnya amal soleh maka itu dicontohkan oleh nabi. Nabi mencontohkan, ada orang yang amat soleh, ia mendapat pertolongan Allah swt.
Ada 3 orang sahabat yang sedang melakukan perjalanan jauh, kemudia ketika dalam perjalanan ternyata hari sudah sore dan turun hujan,  carilah mereka perlindungan dan masuk ke dalam goa. Ketika didalam goa tanpa disangka ada batu yang menggelinding karena pengaruh hujan dan persis menutupi pintu goa. Dan tertutuplah didalam goa. Diangkat bertigapun tidak bergerak.
Hanya ada cara minta pertolongan kepada Allah swt, bagaimana caranya? Masing-masing menceritakan amalnya kepada Allah, si A menceritakan punya orangtua yang sudah tua renta dan setiap malam ia berikan minum kepadanya. Suatu ketika ia datang dan orangtuanya sudah tidur. Lalu ia menunggu orangtuanya hingga bangun di pagi hari dan minuman tersebut masih ada di tangan sang pemuda.
Lalu pemuda ini berdoa, “Ya Allah jika itu adalah bagian dari amal solih saya maka tolonglah saya, agar bisa keluar dari goa ini ” didoronglah batu dan bergeraklah sedikit.
Pemuda B pun melakukan hal yang sama. Ia berdoa,  “Ya Allah saya dulu punya, sepupu yang orangnya cantik. Suatu hari orang tersebut minjam uang ke saya dan saya bilang nggak usah  pake pinjam, asalkan kau mau melayaniku, sampai suatu saat mendesak si wanita tersebut mendatangi saya lagi dan dia siap melayaniku dan ketika hendak membuka bajunya si wanita tersebut bilang ‘wahai pria bertakwalah kepada Allah,  dan takutlah kepada allah, janganlah kau lakukan ini’ mendengar ini saya langsung lari dan membatalkan niat jahat saya. Ya,  Allah keluarkan saya dari goa ini” mulailah pelan-pelan ada cahaya, tapi tetep belum bisa keluar.
Sampai orang ketiga bercerita kepada Allah, “Ya,  Allah saya punya karyawan sekian banyak  semuanya sudah saya berikan gajinya, semuanya sudah pergi, hanya satu yang sudah pergi tanpa mengambil gajinya, suatu saat ia datang kepada saya, minta gajinya, lalu saya tunjukkan lading dan sejumlah hewan ternak yang berasal dari gajinya. Lalu pemuda tersebut berkata, ‘tuan saya hanya mau ambil gaji aja’ itulah gaji kamu  semua sudah diputar di jalan Allah yang diusahakan, lalu ia mengambil semuanya. Ya,  Allah jika memang itu adalah semata-mata amal soleh saya dan saya ikhlas untukmu ya Allah, maka keluarkanlah saya dari sini” Lalu ia mendorong batu tersebut dan bergerak hingga memberikan jalan bagi ketiganya untuk keluar.
Maka, ambillah hikmah dari tiga pemuda tersebut dan mari kita bergerak bersama untuk berbagi pada sesama.

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: