Marching Band Gita Nadaqu Berlaga di Shanghai

Home - Berita - Marching Band Gita Nadaqu Berlaga di Shanghai

Marching Band Gita Nadaqu Berlaga di Shanghai

547ed9c7-66f0-433b-a66a-786e068401c5

Marching Band Gita Nadaqu Daarul Qur’an kembali berlaga di ajang internasional. Kali ini mereka tampil dalam Shanghao Spring Internasional Festival, pada 28-30 April 2016.
Festival marching band internasional tahunan ini diikuti grup marching band, wind brass, drum band dari beberapa Negara seperti Thailand, Spanyol, Austria, China Hongaria, dan Australia.
Gita Nadaqu yang diperkuat 60 santri Pesantren Tahfidz Putri Daarul Qur’an Cikarang, mewakili Indonesia.7de15ae2-2d57-4b84-a0fa-11ace40d4806
Dalam gladi resik di Fudan University Gym, Shanghai, Ustadz Ahmad Jameel selaku Pimpinan Harian Pesantren Daarul Qur’an berpesan singkat kepada para santri, “Be the best and do the best. Allah SWT with us, always.’’
Tarmizi As Shidiq, Ketua Daarul Qur’an, berwasiat agar MB Gita Nadaqu tak hanya mencetak prestasi tapi juga menjaga perilaku individu maupun tim. Sebab, MB Gita Nadaqu bukan hanya mewakili Pesantren Daarul Qur’an, tapi juga Indonesia, bahkan mewakili Islam.
‘’Kalian adalah duta Islam, jadi tunjukkanlah sikap dan prestasi terbaik,’’ tandas Tarmizi.6ee44152-69e2-4fb5-a4d7-b2561e83852e
Ketua Marching Band Gita Nadaqu, Millah Haedene, berterima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia sehingga MB Gita Nadaqu terus tampil di sejumlah event internasional. Atas nama Tim MB Gita Nadaqu, ia berjanji untuk memberikan yang terbaik untuk almamater, bangsa, dan agama.
Syukur senada disampaikan Regita Indah Sari. Santri yang telah hafal 17 juz Qur’an ini membenarkan bahwa penampilan di Shanghai bukan sekadar lomba marching band, tapi juga ajang dakwah kepada masyarakat dunia.
Jeny, Koordinator Panitia Festival, menuturkan bahwa para peserta melakoni acara Wind Carnival di Fudan Gym dan The Oriental Pearl Square, Opening Ceremoany, Marching Band Show Gala, dan Parade on Huangpu River.
Sudah menjadi budaya MB Gita Nadaqu, di manapun berlaga, mereka tidak meninggalkan Daqu Methode. Di sela-sela jadwal festival, para santri tetap menjaga sholat tahajjud, dhuha, tilawah Qur’an, baca sholawat, dan bersedekah dalam bentuk keramahan pada lingkungan.

Share

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: