Penanganan Anak Bermasalah/Berkebutuhan Khusus

Home - Artikel - Penanganan Anak Bermasalah/Berkebutuhan Khusus

Penanganan Anak Bermasalah/Berkebutuhan Khusus

4yurty

Oleh : Fathurrohman, S.Pd  Kepala Sekolah SD Daqu Semarang

 

Untuk bisa mengembangkan kemampuan anak bermasalah atau berkebutuhan khusus secara maksimal maka perlu adanya penanganan secara tepat. Untuk itu maka perlu diperhatikan beberapa prinsip yang bisa dikembangkan, yaitu :

Prinsip umum

 

             Prinsip motivasi : guru hendaknya memberi motivasi pada siswa agar siswa tetap bersemangat dalam belajar.

             Prinsip konteks/latar belakang kondisi/keadaan : guru perlu mengenal anak secara mendalam.

             Prinsip keterarahan sesuai tujuan : guru harus merumuskan tujuan dengan jelas, menyiapkan bahan dan alat serta mengembangkan strategi pembelajaran.

             Prinsip bermain : karena pada dasarnya senang bermain, maka guru harus mampu mengembangkan permainan yang inovatif dan kreatif dalam pembelajaran.

             Prinsip hubungan sosial : guru harus mampu mengoptimalkan interaksi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, guru dengan siswa dan lingkungan.

             Prinsip belajar sambil bekerja : guru perlu memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan percobaan, penelitian, pengamatan, untuk menemukan sesuatu sesuai dengan materi yang diajarkan.

             Prinsip individual : guru perlu mengenal kemampuan awal dari setiap siswa.

             Prinsip menemukan ; guru perlu mengambangkan strategi pembelajaran yang mampu memancing anak untuk terlibat aktif baik secara fisik, mental, social, dan emosinya.

             Prinsip pemecahan masalah : guru sering mengajukan berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar dan siswa dilatih untuk merumuskan, mencari data, menganalisis, dan memecahkannya sesuai dengan kemampuannya.

 

Prinsip Khusus

Adapun prinsip khusus untuk penangan anak bermasalah adalah disesuaikan dengan tingkat umur dan jenis permasalahan yang dihadapai atau dimiliki oleh anak yang bersangkutan. Sebagai misal :

 

             Untuk anak yang mengalami masalah dengan penglihatan, maka harus kita perhatikan tentang kemampuan jarak pandang.

             Untuk anak yang mengalami masalah dengan pendengaran, maka harus kita perhatikan tentang keterarahan wajah, keterarahan suara, dan prinsip keperagaan.

             Untuk anak yang mengalami keterbelakangan mental intelegensi, maka harus diperhatikan prinsip pengulangan dan keperagaan.

             Untuk anak yang mengalami masalah fisik/tubuh, maka perlu diperhatikan prinsip kemampuan bentuk/fungsi tubuhnya.

             Untuk anak tunalaras dan hiperakktif, maka perlu diperhatikan prinsip keaktifan, kebebasan yang terarah, penggunaan waktu luang, emosi sosial dan perilaku, dan kedisiplinan.

             Untuk anak gifted dan talented, maka perlu diperhatikan prinsip percepatan atau akselerasi dan pengayaan.

             Untuk anak yang introfet/pendiam, maka perlu diperhatikan prinsip aktifitas kelompok sosial.

             Untuk anak autis, perlu diperhatikan prinsip kemampuan interaksi sosial.

Share

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: