4 hal penting dalam mendidik anak

Home - Artikel - Akhlak - 4 hal penting dalam mendidik anak

4 hal penting dalam mendidik anak

DSC03745

Oleh : Ahmad syamsudin, S. Pd. I (Kepala bidang TK fullday)

 

Setiap kita para orang tua pastinya menginginkan punya anak yang shalih, cerdas, patuh terhadap orang tua, kreatif dan lain sebagainya. Tapi banyak diantara kita bingung bagaimana memulainya, berikut ini bebepa hal yang perlu diperhatikan oleh kita diantaranya yaitu :

1. Komunikasi
Banyak diantara kita sering sekali menyepelekan masalah komunikasi padahal ini adalah hal yang sangat penting bagi kita dalam mengembangkan kecerdasan jamak yang dimiliki anak, serta pertumbuhan emosional anak kita. Misalnya orang tua baiknya menghindari 12 bahasa populer yang sering membuat anak kita justru tidak dapat berkembang secara maksimal contoh sering kali kita orang tua membandingkan antara anak yang satu dengan anak yang lain sehingga anak merasa tidak dihargai ketika mereka sering dibandingkan. Karena itu anak- anak tidak akan pernah belajar mengunakan kata-kata kecuali mereka mendengar dari orang tua  dan lingkungan sekitar.
Beberapa tekhnik komunikasi dengan anak ;
a. Tidak berbicara tergesa-gesa
b. Memahami bahasa tubuh anak
c. Mendengarkan perasaan anak
d. Menghindari 12 gaya Populer
e. Mendengarkan Aktif
f. Tentukan masalah siapa
g. Gunakan Pesan Saya

2. Mengenalkan anak aturan disetiap kegiatan
Anak –anak sejak dini perlu kita kenalkan dengan yang namanya aturan agar ia dapat mengendalikan dirinya disetiap saat, contoh apa yang harus dilakukan ketika anak mau makan, pertama anak diskusi kira-kira kalau kita mau makan apa ya yang seharusnya kita lakukan, maka biasanya anak akan mulai berfikir dan kita bisa menstimulasinya dengan cerita tentang adab makan, yang didalamnya mencertikan tentang aktifitas sebelum makan dan sesudah makan sehingga anak-anak memiliki gambaran bahwa ternyata sebelum makan itu  ada aktivitas cuci tangan, berdoa, menggunakan tangan kanan, dan makan sesuai porsinya tidak berlebihan. Ketika anak-anak sudah mengenal aturan maka akan sangat mudah bagi orang tua untuk mengingatkan anak ketika mereka lupa akan aturan.

3. Rule model
Anak adalah peniru yang sangat ulung maka itu, kita selaku orang tua harus sangat hati-hati sekali dalam bersikap dan bertingkah laku karena semua gerak gerik kita akan terekam oleh anak kita, untuk itu anak kita membutuhkan rule model  atau qudwah yang baik dari orang tua dan lingkungan sekitar, karena untuk mendidik generasi hebat diperlukan orang sekampung bahkan lebih . ada sebuah kisah menarik  yang ingin penulis sampaikan di sebuah desa yang terkenal tanahnya sangat subur  memilki areal sawah yang sangat luas, seringkali diadakan festifal hasil panen padi yang terbaik, dan uniknya pemenangnya selalu bisa ditebak  yaitu seorang petani yang sangat dermawan senang berbagi hasil panen atau bibit padi yang baik kepada para petani disekitarnya, karena seringnya ia memenangkan festifal tersebut ada seseorang dari desa tetangga bertanya apa resep rahasia sehingga hampir setiap tahun padinya menjadi padi yang terbaik, pertanyaanya yang kedua kenapa ia selalu membagikan bibit terbaiknya kepada para petani disekitarnya ? apakah ia tidak takut kalau nanti padi mereka  akan mengalahkan padi pak tani? Kemudian jawab sang petani dengah penuh senyum ‘’justru dengan berbagi itulah hasil panen saya selalu menjadi yang terbaik,’’
“loh kok bisa’’ kata sipenanya semakin heran, akhirnya petani pun menjelaskan bahwa padi itu proses pembuahannya salah satunya dengan bantuan angin, nah ketika sawah disekitar milik pa Tani tadi semuanya menggunakan  bibit unggul yang sama yang ia miliki maka ketika angin bertiup dari arah manapun maka bibit unggullah yang datang ke sawahnya pa tani. Inti dari cerita ini adalah bahwa lingkungan baik yang kita ciptakan di rumah kita saja tidak cukup, kalau tetangga kanan kiri kita juga tidak kita stimulasi menjadi lingkungan yang kondusif sehingg ketika anak kita bermain dirumah tetangga kita anak kita pun tetap mendapatkan lingkungan yang positif.

4. Reward and punishmant
Seringkali kita orang tua tidak memberikan penghargaan kepada anak kita sendiri ketika kita melihat atau mendapatkan anak kita melakukan sebuah kebaikan yang jarang ia lakukan. Reward itu tidak selalu dalam bentuk barang, penghargaan sikap kita juga termasuk reward yang selalu ditunggu uleh anak-anak kita juga . Contoh sebut saja  Ica suatu ketika  membereskan tempat tidurnya pada saat yang bersamaan sang ibu melihat, bukannya memberikan pujian tapi malahan sebaliknya berkata “hemm tumben nih anak ibu beres-beres biasanya ditinggal gitu aja kamarnya’’ akhirnya si anak yang tadinya sudah semangat mendengar kata-kata ibunya jadi malas kembali karena menganggap apa yang dilakukannya tidak berdampak apa-apa,  meskipun sebenarnya maksud si Ibu itu sangat senang tapi salah memilih kata-kata justru malah sebaliknya. Lain halnya jika yang ibu lakukan justru memberikan penghargaan dengan kata-kata “Wueeh keren nih anak bunda, sudah bersih-bersih teruskan ya bunda seneng baget nih ‘’ maka yang terjadi anak akan senang karena merasa dihargai.

Seandainya 4 hal ini dapat kita lakukan dengan baik maka insya Allah anak-anak kita akan menjadi generasi yang dapat menghargai orang lain, taat dengan aturan, cerdas dan tentunya menjadi kebanggaan kita semua .

Share

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: