Lima Santri Daarul Qur’an Raih Beasiswa Universitas Islam Madinah

Home - Berita - Lima Santri Daarul Qur’an Raih Beasiswa Universitas Islam Madinah

Lima Santri Daarul Qur’an Raih Beasiswa Universitas Islam Madinah

WhatsApp Image 2017-10-18 at 08.08.26

Senin (9/10) malam masjid Nabawi Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Ketapang, Tangerang berselimut haru. Atas izin Allah SWT, lima santri lulusan pesantren yang didirikan oleh KH Yusuf Mansur ini berhasil meraih beasiswa di di Islamic University of Madinah (IUM), Arab Saudi.

Lima santri tersebut yakni; Muhammad Wahid Nur Hadi, Shiddiqul Hasanah, Sukma Pandu Habib Imam Mukhlisin, Ahsani Taqwin, dan Maulana Akbar, merupakan angkatan ke 4 yang telah lulus pada tahun 2014 lalu dan mengambil tes pada tahun 2015.

Dalam acara pelepasan dihadapan ribuan santri lainnya tiga dari lima santri memberikan motivasi dan pengalaman seputar kehidupan pesantren serta berkahnya jika dijalani dengan baik.

Sukma Pandu mengatakan kehidupan santri Daqu saat ini sudah bisa dibilang enak. Pada jamannya ia mengakui hidup dalam kondisi yang sangat jauh bila dibandingkan kondisi pesantren pada saat ini.

“Bayangkan dulu kami waktu masih di Bulak Santri, asrama masih ngontrak. Lampu kamar remang-remang, kamar mandi tidak seperti sekarang yang gak harus antri lama dan bersih. Namun kami mencoba untuk tetap ikhlas dan sabar. Alhamdulillah jika kita ikhlas dan sabar dalam meraih ilmu maka prestasi akan datang menghampiri” ujarnya.

Adapun Shidiqul Hasanah mengenang saat ia masuk pembangunan masih dimulai. Bunyi bising dari proses pembangunan mewarnai keseharian santri. Menurut santri asal Makassar itu kondisi saat ia belajar di pesantren sangat beda dengan saat ini yang khusyuk dan tenang sehingga proses menghafal bisa masuk dengan mudah.

Sementara itu ustad Muallim selaku Kepala Litbang dan Jaringan Pendidikan Darul Qur’an bersyukur atas prestasi yang diraih oleh lima lulusan daqu ini. Ia mengatakan ribuan orang setiap tahunnya ikut dalam tes untuk meraih beasiswa di Universitas Islam di Madinah, sedangkan yang diterima hanya 300 kursi. Selain banyaknya persaingan tes yang dihadapi juga tidak bisa dibilang mudah.

“Pesan saya kepada para santri yang ingin mengikuti jejak kakak-kakak kalian untuk mempersiapkan hafalan Al-Quran, Bahasa Arab, penguasan ilmu tajwid dan lainnya agar mudah dan cepat meraih kursi di Universitas Islam Madinah” ujar Mualim.

WhatsApp Image 2017-10-18 at 08.08.27

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: