Kepanduan Muslim Harus Balance Antara Ilmu dan Akhlak

Home - Berita - Kepanduan Muslim Harus Balance Antara Ilmu dan Akhlak

Kepanduan Muslim Harus Balance Antara Ilmu dan Akhlak

WhatsApp Image 2017-11-21 at 09.27.54

Suatu ketika KH. Agus Salim, salah satu founding father Indonesia, diundang menjadi pembicara dalam sebuah even internasional. Beliau yang selalu mengenakan budaya Indonesia lengkap dengan kopiah diejek “mbekkk” oleh beberapa hadirin karena jenggotnya. Bagi seorang normal ketika kejadian seperti ini mungkin akan marah dan emosi. Bisa jadi akan walk out meninggalkan panggung acara. Namun, tidak dengan The Grand Old Man, julukan KH. Agus Salim.

Dengan tetap menampilkan muka bersahaja dan senyum ia membuka pidatonya dengan ucapan, “Para kambing dan domba yang saya hormati” kalimat pembuka yang langsung membuat para pendengarnya senyap. Telak dan langsung mengena. Mereka yang sebelumnya mengejek saling menatap satu sama lain.

Kisah tersebut diutarakan oleh ustad Ahmad Jamel saat melepas 202 santri pramuka Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Ketapang, Tangerang, yang akan mengikuti kegiatan Daqu Camp 2017, Selasa (21/11). Kegiatan Daqu Camp sendiri akan digelar pada 21-23 November 2017 di Gunung Pancar, Bogor, Jawa Barat.

“Kisah ini sengaja saya hadirkan agar kita belajar dari para pendahulu kita soal akhlak dan Ilmu. KH. Agus Salim jelas orang berilmu. Ia menguasai beberapa bahasa dunia. Namun dengan keilmuannya ia tidak sombong dan akhlaknya tetap terjaga” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa percuma jika kita hafal Alquran namun akhlak tidak mencerminkan apa yang kita hafal. Maka agar seimbang kita wajib mentadaburi apa yang sudah kita hafal.

“Lewat kegiatan Daqu Camp ini salah satu upaya kita dalam tadabur pada alam. Kegiatan ini selain untuk melatih kekompakan dan perlombaan dalam kebaikan juga agar kita dapat mengamalkan apa yang telah kita pelajari di pondok” tambahnya.

Ia pun berpesan agar para santri tetap menjaga kesehatan dan tidak lupa untuk membaca Alquran dan dzikir pagi dan dan sore.

“Memang saat ini sedang musim hujan. Tapi kita harus yakin hujan itu adalah sebuah keberkahan yang diturunkan Allah bagi bumi. Jangan takut jika hujan. Sebaliknya kita diminta untuk berdoa agar hujan yang turun adalah membawa keberkahan” tambahnya.

Kegiatan Daqu Camp sendiri merupakan kegiatan rutin tahunan bagi para santri yang mengikuti Pramuka. Dalam kegiatan ini nantinya santri yang dibawi dalam beberapa grup akan saling berlomba menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Sejumlah games digelar dan malam api unggun yang menjadi acara favorit para santri.

Share

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: