Serunya Tiga Hari Tanpa Gadget | Pesantren Holiday

Home - Berita - Serunya Tiga Hari Tanpa Gadget | Pesantren Holiday

Serunya Tiga Hari Tanpa Gadget | Pesantren Holiday

Tak terasa berlalu sudah 3 hari kegiatan Pesantren Holiday, ragam kisah di dalamnya menjadikan Peshol kali ini lebih terasa.

Sejak dibukanya kegiatan Peshol pada rabu (25/12) lalu, santri-santri peserta Pesantren Holiday di Pesantren Daqu mulai merasakan adanya suatu yang berbeda dibandigkan jika ia semasa liburan hanya di rumah saja.

Di hari pertama dan kedua, banyak kegiatan diisi dengan materi ke-islaman dan games interaktif juga menghafal Al Qur’an.

Berbeda dengan hari ini (27/12). Diawali dengan bangun bersama kemudian dilanjutkan dengan sholat tahajud kemudian sholat subuh berjama’ah, santri-santri putra kemudian terlihat antusias ketika pembimbing mengarahkan supaya mereka bergegas menuju lapangan untuk kemudian berlatih panahan, di lapangan Panah Daqu Faris School, Ketapang.

Dengan mengenakan kaus seragam mereka berjalan ke lapangan panah bersama-sama dengan wali kamarnya masing-masing. Sedangkan di lokasi sudah menunggu ustadz-ustadz pembimbing yang akan mendampingi santri untuk belajar memanah.

Pada mulanya santri-santri diberikan materi ringkas tentang olah raga memanah. Sebagaimana yang Rasulullah SAW ajarkan pada umatnya:

“Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Kemudian santri-santri dibimbing untuk kemudian mempraktikkan langsung bagaimana memanah seperti yang Rasulullah SAW ajarkan.

“SATU.., DUAA… TIGAAA….” sentak aba-aba dari pak Kupmin yang berada di sisi salah seorang santri yang siap melesatkan anak panah ke sasaran, ‘wusss…. dep’ ,  kemudian anak panah berhasil mendarat di sasaran meski tidak tepat mengenai lafadz mim yang menjadi titik pusat, serentak kawan-kawan bersorak gembira.

Semua santri dipersilahkan memanah dengan pengawasan dan bimbingan pelatih, ragam reaksi mereka dan tak sedikit yang baru pertama kali memanah dan masih kebingungan, pelatih dengan enjoy memandu mereka sampai bisa.

Pagi itu hadir juga KH. Yusuf Mansur bersama Hafizh putra ke-3, dan Aisyah putri ke-5. Ustadz yusuf menyapa santri Peshol kemudian lanjut berlatih menunggangi kuda di lintasan berkuda. Begitu juga dengan Aisyah dan Hafizh.

Menyusul pada pukul 9 pagi rombongan dari santri putri Pesantren Holiday dari Hotel Siti. Kemudian mereka diarahkan teknis memanah dan juga berinteraksi langsung di lapangan mempraktikkan bagaimana cara memanah.

Seolah tak mau kalah santri putri juga bersemangat meski hari semakin terik terasa. Keyra yang masih berumur 6 tahun tak mau kalah, ia dengan bimbingan pelatih mengarahkan busur ke sasaran, karena tenaganya yang kecil kemudian anak panah hanya bisa jatuh ringan ke tanah.

Tiga hari berjalan banyak mereka yang merasakan rindu, “Keya kangen mama” dengan nada pelan Kerya kemudian bertolak setelah di ajak bicara oleh tim kami.

Lain hal dengan santri putri yang usianya remaja ia malah mengaku jika ia kangen juga dengan gadget

“seru, di sini seru, tapii… kangen hape” kemudian ketika ditanya kembali jawaban itu bukan berarti ia melupakan orang tuanya “ya… kerasa beda aja 3 hari tanpa hape “ “tetap kangen mama, pengen buru-buru pulang“ “disini juga dapet banyak teman” lanjut Nadia.

Tak bisa dipungkiri peraturan memang tak bisa di ganggu, tanpa gadget santri-santri peserta Pesantren Holiday diharapkan dapat fokus ke Qur’an dan hal yang lebih bermanfaat lainnya.

Dan bagi wali santri tak perlu cemas dan khawatir karena segala perkembangan kegiatan anak-anaknya di sampaikan secara berkala melalui telepon juga aplikasi daring.

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: