AqidahArtikelSemangat yang Tak Kunjung Padam untuk Menuntut Ilmu

Mengapa Allah memberikan posisi yang tinggi seperti itu kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan di bandingkan kepada mereka yang tidak? Karena sesungguhnya para pembawa risalah (para nabi dan rasul) bertugas untuk menyampaikan kepada setiap manusia agar menyembah Allah dengan benar, lakukanlah perbuatan yang menyenangkan Allah dan hindari apa yang membuatNYA murka.
PesantrenDaQu PesantrenDaQu10 bulan ago413

Oleh Mr. Darmawan

 

Islam telah mengajarkan kita untuk selalu menjadi pencari ilmu yang gigih selama kita masih hidup. Tidak hanya sekedar mencari pengetahuan  agama semata-mata, tetapi juga mencari ilmu-ilmu duniawi yang menjadi kebutuhan asasi bagi setiap insan.

Tidak ada agama lain yang mendudukkan ilmu pengetahuan sedemikian pentingnya seperti agama Islam. Islam bahkan menganggap bahwa yang tidak berupaya mencari ilmu maka ia telah berbuat dosa, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

“Mencari ilmu pengetahuan adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” (Hadist Al-Tirmizi)

Kewajiban ini tidak terbatas pada jenis kelamin atau kelas sosial tertentu saja, tetapi telah menjadi kewajiban bagi setiap perempuan dan laki-laki, muda dan tua, miskin dan kaya. Allah telah mengangkat derajat dan status mereka yang memiliki pengetahuan, dan telah memuji mereka di banyak tempat di dalam kitab suci Al-Quran. Allah SWT berfirman:

“Allah meningkatkan posisi orang-orang yang beriman dan mereka yang telah diberi pengetahuan beberapa derajat.” (Quran 58:11)

Ada perbedaan besar antara seorang Muslim yang memiliki pengetahuan dan orang yang tidak. Nabi menggambarkan hal ini dalam sabdanya:

“Keunggulan seorang ahli agama di bandingkan orang mukmin lainnya adalah seperti keunggulan bulan purnama di atas bintang-bintang lainnya” (Hadist riwayat Abu Dawud).

Nabi SAW pun pernah pula bersabda:

“Keunggulan seorang ahli agama di bandingkan orang mukmin lainnya adalah seperti keunggulan diriku di atas orang paling rendah dari kalian” (Hadis riwayat Al-Tirmidzi)

Mengapa Allah memberikan posisi yang tinggi seperti itu kepada orang-orang yang memiliki pengetahuan di bandingkan kepada mereka yang tidak? Karena sesungguhnya para pembawa risalah (para nabi dan rasul) bertugas untuk menyampaikan kepada setiap manusia agar menyembah Allah dengan benar, lakukanlah perbuatan yang menyenangkan Allah dan hindari apa yang membuatNYA murka.

Jika seorang muslim tidak berilmu, maka ia akan menjalani seluruh hidupnya dengan melakukan hal-hal yang menentang ajaran Diinullaah, yang menyebabkannya mendapatkan kemurkaan Allah.

Ilmu apakah yang harus dipelajari sebagai seorang Muslim?

Jadi muncul pertanyaan, apakah itu kewajiban untuk mencari pengetahuan tentang agama, dan bidang pengetahuan di dalam agama begitu luas, jenis pengetahuan apa yang harus dicari? Imam Ahmad bin Hanbal, seorang ilmuwan besar Islam, menjawab bahwa wajib bagi setiap individu Muslim untuk mencari ilmu pengetahuan yang membuatnya dapat menjalankan agamanya dengan benar. Berikut adalah di antaranya:

  • 1) Aqidah Ini adalah aspek yang paling penting dari Islam yang harus dipelajari seorang Muslim, karena melalui aspek inilah seseorang benar-benar menjadi Muslim. Tujuh belas tahun pertama dari semenjak wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW maka materi utamanya ditujukan untuk mengoreksi keyakinan dan aqidah tentang Allah. Menekankan bahwa tidak ada ibadah yang ditujukan kepada siapa pun kecuali DiriNYA
  1. Pengetahuan tentang aspek-aspek ibadah. Seperti yang kita tahu, Allah telah memerintahkan umat Islam untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu. Banyak dari ibadah ini bersifat wajib dan, pada gilirannya, seseorang harus tahu bagaimana tata cara melakukannya. Misalnya, Allah telah mewajibkan kita untuk sholat minimal lima kali perhari, jadi telah menjadi kewajiban bagi kita untuk mengetahui bagaimana mendirikan sholat dengan benar. Juga, sebagai salah satu syarat dalam sholat adalah untuk menyucikan diri (berwudhu), sehingga seseorang harus tahu bagaimana cara melakukannya.
  2. Mengetahui apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan rahmat Allah, Dia telah mendorong kita untuk menikmati banyak karunia dan rezeki yang telah Dia ciptakan. Umat Islam pada hakikatnya harus yakin bahwa segala aspek dalam kehidupan mereka, apakah itu ideologi, sosial-politik, ekonomi, bisnis-perdagangan, hukum, keadilan, syariah, sosial budaya, atau bidang lainnya, telah dibuatkan pedoman yang berasal dari AlQuran dan Hadits.
  3. Yang terakhir namun tak kalah pentingnya, sebagai anggota keluarga besar Daarul Quran kita juga harus belajar bagaimana cara memurnikan hati dan perbuatan kita dari sifat dan sikap yang tidak baik. Seorang Muslim harus tahu bagaimana cara memurnikan hatinya sehingga hidupnya semata-mata hanya untuk mencintai Allah saja. Sebagai Muslim kita juga harus belajar tata cara hidup Nabi Muhammad SAW yang mulia yang diajarkan kepada kita, dan mencoba untuk meneladanisuri tauladan dan peri kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai contoh tauladan yang utama.
PesantrenDaQu

PesantrenDaQu

daqu.sch.id

Gd. Adh-Dhuha Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an
Jl. Thamrin Ketapang, Kp. Ketapang Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten
021-2789 9696

PesantrenDaQu, 2018 © All Rights Reserved