Hadiah dan Do’a dari Mufthi Negeri Syam

Home - Berita - Hadiah dan Do’a dari Mufthi Negeri Syam

Hadiah dan Do’a dari Mufthi Negeri Syam

IMG_5486

Kamis, (25/1). Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an menjadi persinggahan terakhir bagi rombongan mufthi dari negeri syam.

menjelang sore, ribuan santri berbaris di pintu masuk Pesantern Daqu, bersiap untuk menyambut kedatangan 4 mufthi dan rombongan, yakni ;

  1. Syaikh Dr. Muhammad Rajab, Wakil Rektor Univ. Biladi Syam.
  2. Syaikh Dr. Adnan Afyouni, Mufti Damaskus dan Wakil Rektor Univ. Ahmad Kuftaro.
  3. Syaikh Mahmud.
  4. Syaikh Umar.
  5. Syaikh Abdul Aziz.
  6. KH. Anizar Pimpinan Pondok Modern Tazakka
  7. Ust Hasan Protokol Pondok Modern Tazakka

 

Kunjungan kali ini merupakan kunjungan ke 3 dari Syaikh Dr. Muhammad Rajab Dib yang merupakan Wakil Rektor Universitas Biladi Syam, setelah kunjungan kedua pada 30 oktober 2015 lalu. Ulama Syria Kunjungi Daqu

Kedatangan tamu mulia ini kemudian di sambut oleh barisan ribuan santri Pesantren Daqu dengan menyuarakan sholawat juga lantunan thalaal badru. Tamu kemudian di sambut di kediaman KH. Ahmad Jamil Ketua 1 Daarul Qur’an.

Usai jamuan kemudian para masayikh di persilahkan untuk mengisi kajian di hadapan santri dan jamaa’ah di masjid Nabawi.

Dengan kedatangan empat mufthi mulia ini semoga menjadi berkah tersendiri untuk Pesantren Daqu, juga mereka mendo’akan supaya banyak terlahir pemuda islam di masa depan yang dapat meminpin dunia dengan Al Qur’an juga sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW.

“Kita semua adalah harapan, masa depan peradaban islam, kalian bisa membangun kemulian umat ini dengan cara betul betul memahami maksud dan tujuan apa yang disampaikan oleh Allah di dalam alqur’an dan mehamahi betul apa yang kmudian disampiakn dan diharapkan oleh nabi  kita muhammad saw.

Ketahuilah wahai pelajar para saudara-saudaraku yang mulia bahwa kalian di pesantren ini mempelajari ilmu ilmu syari’at, dan juga ilmu-ilmu dunia. Ilmu eksak (alam), sebagaimana yang kami pelajari dari guru-guru kami di negeri Syam, bahwa ilmu itu adalam islam (syar’i) tidak ada perbedaan, karena ilmu yang ada di alam ini menunjukkan kebesaran Allah SWT dan mengenalkan kita tetang keagungan Islam.

Dan kalian telah mengetahui ilmu-ilmu itu (agama dan dunia) maka kalian telah mengetahui setengah dari ilmu semua. Maka tinggal kalian melengkapi setengah yang lain, yaitu hakikat hunbungan dengan Allah swt dengancara berdzikir kepada allah dan muraqabah dan bagaimana selalu terhubung dengan allah swt. Setiap pelajar siapun ia yang menguasi seluruh ilmu di dunia namun ia tidak memiliki hubungan dengan Allah SWT, maka sesungguhnya ia tidak bisa mendapatkan manfaat untuk ummat dan masyarakat sekitar.

Kita semuanya sebagai pelajar, harus mengetahui bahwa ajaran agama bukan hanya untuk orang-orang arab saja tetapi sebagiamana konsep nabi Muhammad SAW sapaya menjadi rahmat bagai alam semsta ini.” Begitu nasihat Syaikh Dr. Muhammad Rajab Dib diahadapan seluruh santri dan jamaa’ah.

 

Nama Baru untuk Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an

Usai nasihat dari Syaikh Rajab, kemudian tausiyah dialanjutan oleh Syaikh Dr. Adnan Afyouni, Mufti Damaskus dan Wakil Rektor Univ. Ahmad Kuftaro.

Beliau menyampaikan nasihat yang tak kalah menarik denga Syaikh Rajab.

“manusia paling mulia di dunia ini ialah orang-orang yang mempraktekkan tugas-tugas kenabian yaitu mengantarkan dan menunjukkan manusia di jalan Allah SWT”

Tak disangka-sangka Syaikh Adnan Afyouni kemudian memberi hadian luar biasa untuk Daarul Qur’an.

“saya menyarankan nama pesantren ini ditambahi menjadi ‘Daarul Qur’an wa Sunnati nabawiyyati muthahharoh’ Pesantren Daarul Qur’an dan Sunnah Nabawiyah Al Muthahharoh, karena siapa yang menjaga sunnah nabi Muhammad SAW maka ia akan menjadi orang yang paling dekat dengan nabi Muhammad SAW di surga Firdaus”.

Saran ini kemudian disambut semangat oleh KH. Yusuf Mansur selaku Pembina Daarul Qur’an yang duduk bersama di hadapan santri dan jamaa’ah

“insya Allah, kita mulai hari ini juga”. Kemudian disambut dengan riuh takbir dari seluruh santri dan jama’ah yang hadir “Allahu Akbar!”.

“Insya Allah, dari awal berdirinya Pesantren Daqu kita mempunyai semboyan yakni ‘iqamatul wajib wa ihyaa us sunnah’ mendirikan yang wajib dan menghidupkan sunnah” tambah KH. Yusuf Mansur kepada Syaikh Adnan.

Kunjungan para masayikh ini merupakan kunjungan kenegaraan sekaligus dalam rangka Muktamar JATMAN di Pekalongan, dan selesai Muktamar para ulama berkeliling ke beberapa lembaga dan pesantren, termasuk Pesantren Daqu yang menjadi persinggahan terakhir dari serangkaian kunjungan dari tanggal 14 Januari lalu.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam perjalanan para ulama dari negeri Syam, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat, balasan dan keberkahan kepada kita.” Ujar ustadz Hasan selaku tim protokoler dari Pondok Moderen Tazakka.

Usai memberikan tausiyahnya di Majid Nabawi kemudian para tamu berkeliling Pesantren melihat keadaan sembari berdo’a.

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: