ArtikelPesan TGB Untuk Jurnalis Muslim

Ditengah keterbukaan pers dan mudahnya mendapat sumber informasi, jurnalis muslim sebaiknya dapat menghasilkan produk jurnalistik yang baik dan mampu leading dalam isu-isu strategis yang dapat bermanfaat untuk umat dan menjadi solusi bagi permasalahan kebangsaan dan keumatan.
PesantrenDaQu PesantrenDaQu10 bulan ago421

Ditengah keterbukaan pers dan mudahnya mendapat sumber informasi, jurnalis muslim sebaiknya dapat menghasilkan produk jurnalistik yang baik dan mampu leading dalam isu-isu strategis yang dapat bermanfaat untuk umat dan menjadi solusi bagi permasalahan kebangsaan dan keumatan.

Pesan itu disampaikan oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, saat membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Forum Jurnalis Muslim (Forjim) di Aula Masjid Hubbul Wathan Islamic Center Provinsi NTB, Selasa (20/2/2018).

Pria yang akrab dipanggil Tuan Guru Bajang (TGB) ini mengajak seluruh jajaran Forjim untuk senantiasa menyebarkan kebenaran dan mencerdaskan masyarakat melalui tulisan. Ide atau gagasan dari para jurnalis muslim yang tertuang dalam bentuk tulisan kata Gubernur, harus berisikan kebenaran, bukan isu-isu yang masih diragukan kebenarannya atau hoax.

“Saya ingat dulu ketika masa orde baru ada majalah Panjimas yang meski berada pada suasana dimana kebebasan berpendapat menjadi hal yang sulit untuk dilakukan tetapi mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang bagus sehingga selalu dinanti oleh masyarakat kehadirannya” ujar TGBK.

Maka itu menurut TGBK pada masa sekarang dimana kebebasan pers sudah lebih baik dari masa orde baru dan kemampuan SDM terus berkembang maka, produk jurnalistik dari para jurnalis muslim harus terus berkembang.

“Pasarnya harus luas ditengah kesadaran beragama kelas menengah yang sedang meningkat” tambahnya.

Ia pun berharap jurnalis muslim tidak selalu indentik dengan isi berita mengenai ilmu Fiqih dan ilmu agama saja, tetapi juga berbicara tentang Indonesia yang terintegrasi dengan agenda-agenda keumatan, baik dalam posisi ekonomi yang berkeadilan, pendidikan sebagai da’i dengan tulisan dan ide yang konstruktif tentang pendidikan. “Mengeluarkan ide-ide untuk kebaikan ummat jauh lebih penting dari pembelaan umat”, ujarnya.

TGB juga melihat saat ini banyak wacana-wacana yang terlempar ke publik namun sayangnya sering hilang begitu saja tanpa ada solusi. Maka lewat Mukernas ini ia berharap Forjim dapat menghadirkan media dalam bentuk edukasi yang melahirkan solusi kepada umat.

“Ini yang harus menjadi pembeda kawan-kawan Forjim dengan media-media lain” ujarnya.

Dalam Mukernas yang mengangkat tema “Menguatkan Peran Jurnaslis Muslim untuk Kemajuan Umat” ini hadir puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, online dan eletronik. Ketua Panitia Pelaksana Mukernas, Ahmad Zuhdi, berharap Mukernas ini adalah menjadi momentum Forjim untuk menghasilkan formula merespon isu kebangsaan dan keumatan.

Sementara itu, Ketua Forjim Dudy Sya’bani Takdir, berharap Forjim menjadi organisai profesi yang disegani secara nasional.

“Kami tidak hanya ingin main di pinggir, tapi kami juga ingin main di tengah arus utama pemberitaan,” ujar pria yang menjadi redaktur ahad.co.id itu.

Sementara itu ustad Hendy Irawan Shaleh, Direktur Komunikasi dan Informasi Daarul Quran, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut berharap dengan pelaksanaan Mukernas ini Forjim dapat menghasilkan isu-isu kreatif seputar keislaman dan memiliki daya dobrak terhadap perkembangan jurnalisme.

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu

daqu.sch.id

Gd. Adh-Dhuha Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an
Jl. Thamrin Ketapang, Kp. Ketapang Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten
021-2789 9696

PesantrenDaQu, 2018 © All Rights Reserved

%d blogger menyukai ini: