Politik ala Santri

Home - Berita - Politik ala Santri

Politik ala Santri

Jika kiat mengaji Al Qur’an dan belajar merupakan kegiatan utama dalam pendididkan pesantren maka ada juga kegiatan sunnah pesantren yang dijalankan dalam pendididkan di Pesntren Daqu. Salah satunya ialah seni berpolitik dan berorganisasi.

Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an sendiri punya organisasi santri yang menggerakkan dan membantu pengurus pesantren dalam menjalankan disiplin kegiatan dan sunnah-sunnah pesantren. Mereka tergabung dalam Organisasi Santri Daarul Qur’an (OSDAQU).

Santri yang tergabung dalam OSDAQU merupakan santri-santri dari kelas 11 yang terpiih dan memiliki hafalan Al Qur’an yang baik. Setiap santri pun berharap namanya masuk dalam pengurus Osdaqu. Jika menjadi pengurus sudah sudah merupakan suatu kebanggaan lalu bagaimana jika terpilih menjadi ketua Osdaqu?

Menjadi ketua OSDAQU merupakan suatu jabatan yang sangat bergengsi sekaligus sebagai pembuktian diri untuk membantu dan melaksanakan tugas di Pesantren Daqu. Maka saat tiba pemilihan ketua Osdaqu yang digelar pada Senin, 29 Januari 2018, suasana pesantren menjadi  “panas”.

Kegiatan diawali dengan kampanye dan debat kandidat yang berlangsung satu hari sebelum hari pemilihan, Ahad (28/1). Tiga kandidat yakni; Toha Yaasin R, Akmal Al-Junaidi, dan M. Fikran Ramli, yang berasal dari kelas 11, terlibat dialog seru saat memaparkan programnya. Hebatnya ketiga calon tersebut sudah merampungkan setoran hafalan 30 juz.

Debat berlangsung dengan sengit. Karena, ketiga kandidat tersebut memiliki argumen yang hampir sama kuatnya dikarenakan mereka banyak mengutip perkataan dari Ulama besar juga Al-Qur’an dan Hadits.

Sorak-sorak pendukung dari masing-masing kandidat saling sahut menyahut dan bergema di aula Al – Maidah. Meski begitu, acara tetap berlangsung dengan tertib karena para pendukung menjunjung sportivitas dan saling toleransi antar pendukung.

Dikawal langsung oleh tim asaatidz Pesantren Daqu debat berjalan dengan kondusif. Dalam debat kandidat ini masing-masing calon ditantang untuk menjawab pentanyaan seputar sekelumit permasalahan dan solusi kegiatan belajar di Pesantren Daqu.

Esok harinya langsung didakan pencoblosan oleh seluruh santri dan guru-guru. Untuk penghitungan suaranya sendiri dilakukan pada malam harinya setelah sholat Isya di Masjid Nabawi. penghitungan suara tersebut diakhiri dengan kemenangan mutlak bagi kandidat nomor 3, yaitu M. Fikran Ramli dengan perolehan suara sebanyak 456 suara yang membuatnya memimpin jauh didepan.

Sementara di urutan kedua terdapat kandidat nomor urut 2, yaitu Akmal Al-Junaidi dengan perolehan suara sebanyak 123 suara. Dan untuk kandidat nomor urut 1, yaitu Toha Yaasin, harus puas berada di posisi buncit dengan perolehan suara sebanyak 60 suara, dan untuk suara tidak sahnya sebanyak 127 suara.

Rabu (31/1). Menjadi hari pelantikan pengurus baru OSDAQU 2018. Sesuai perolehan suara maka M. Fikran Ramli diresmikan menjadi ketua OSDAQU. Pelantikan ini diadakan sekaligus dengan Laporan Pertanggungjawaban OSDAQU 2017.

“Jadilah orang yang extraordinary, orang belum bangun subuh kita sudah bangun, dan selau menjadi yang terdepan. Selamat atas berjalannya pengurus OSDAQU yang baru, jadikan ini sebagai kesempatan kalian untuk belajar memimpin.” Pesan ustadz Ahmad Jamil selaku ketua 1 Daarul Qur’an, usai para pengurus disumpah dan dilantik.

 

Kegiatan ini sudah menjadi ritme pendidikan di Pesantren Daqu, dimana santri akan banyak belajar menjadi pemimpin yang baik, dengan menerapkan segala ilmu yang telah ia pelajari di Pesantren Daqu.

Share:

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: