Tiga Sikap Manusia Menghadapi Ujian

Home - Berita - Tiga Sikap Manusia Menghadapi Ujian

Tiga Sikap Manusia Menghadapi Ujian

Ujian, baik yang datangnya dari diri sendiri maupun dari luar diri kita, akan selalu hadir. Begitu juga bagi para santri. Ujian itu akan selalu ada. Hal tersebut diungkapkan oleh ustad Ahmad Jamel saat menjadi pembina upacara dalam pembukaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Kelas 12 pondok pesantren tahfizh Daarul Qur’an, tahun ajaran 2017/2018, Senin (19/3).

Dihadapan ratusan santri, ustad Ahmad Jamel menjelaskan saat akan masuk pesantren ujian internal seperti bosan, malas dan enggan masuk pesantren akan datang. Lalu begitu ujian tersebut berhasil dilewati maka akan datang ujiang eksternal berupa keisengan kawan dan lainnya. Jika itu juga sudah dilewati maka akan datang lagi ujian lainnya.

“Jadi yakin selama kita masih hidup dan bernafas maka ujian itu akan selalu datang” jelasnya.

Menghadapi ujian, jelas Ahmad Jamel, ada tiga sikap manusia, yaitu:

Sombong. Merasa paling bisa dan paling percaya diri. Tidak melibatkan Allah dalam setiap prosesnya. “Membangun kepercayaan diri itu bagus. Tapi jika sudah sombong maka menjadi tidak bagus dan akan menjadi masuknya pintu syetan”

Yang kedua mereka yang menganggap ujian itu biasa saja. Jika selesai, ya sudah. Tidak ada muhasabah. “Tidak ada target dalam dirinya. Maka orang yang seperti ini hidupnya akan biasa-biasa saja. Tidak akan ada yang istimewa”

Lalu yang ketiga adalah mereka yang benar-benar fastabikhul khoirat. Melibatkan Allah dari awal. “Ingat, otak kita terbatas. Tapi kita memiliki Allah yang tidak mempunyai batasan. Maka libatkan Allah sejak awal ujian, saat ujian dan sesudah kita melewati ujian” ujarnya.

Ustad Jamel pun berharap santri kelas 12 bisa melewati ujian kali ini dengan baik dan mempersiapkan diri dengan baik.

“Insya Allah, hasil itu akan seiring dengan proses yang kita ikuti”

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: