Melongok Pendidikan Islam di Singapura dan Malaysia

Home - Berita - Melongok Pendidikan Islam di Singapura dan Malaysia

Melongok Pendidikan Islam di Singapura dan Malaysia

Di tengah perkembangan teknologi dunia maya yang cepat seperti sekarang ini, anak-anak kita perlu belajar dan paham bahwa mereka tidak hanya hidup sendiri di planet ini, tetapi juga terdapat kaum remaja yang menghadapi masalah dan tantangan yang sama dan memerlukan dasar agama yang kuat untuk menghadapinya.

Oleh karena itulah, untuk menjawab tantangan ini sesuai dengan nilai-nilai Islam yang dipegang teguh, Daarul Quran Ketapang dan Kalibata City Primary Schools menjalankan program tahunan untuk mengunjungi negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman lebih lanjut tentang kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di negara-negara tersebut.

Kunjungan wisata ini juga bertujuan untuk mengembangkan pemahaman yang lebih dalam tentang sistem pendidikan Islami yang diterapkan di institusi pendidikan Islam, baik di Singapura dan Malaysia. Bagaimana nilai-nilai Islam dapat diterapkan untuk pendekatan holistik bahkan di negara-negara di mana konstitusi sekuler ditegakkan, seperti Singapura.

Di Singapura tempat yang dikunjungi adalah Masjid Sultan, Museum Seni dan Sains, Taman Merlion, pusat perbelanjaan di Bugis Street. Tentunya tak lupa para siswa melakukan goyang lidah dengan mencicipi kuliner lezat dan Halal yang berlimpah di sana.

Di Johor Bahru, Malaysia, kami mengunjungi Lego Land. Ini adalah momen yang luar biasa bagi para siswa kami karena mereka memiliki saat yang tak terlupakan karena tentunya Lego Land adalah obyek wisata yang luar biasa. Akomodasi kami saat berada di Johor adalah Sommerset Medini Iskandar Puteri, Johor Darul Takzim.

Pada hari ketiga kami mengunjungi Sekolah Dasar Islam Al-Hidayah di Skudai, Johor. Sekolah ini adalah pusat pendidikan Islam modern terpadu yang menggabungkan kemajuan teknologi terbaru dalam pendidikan dengan nilai-nilai Islam tradisional yang dipegang teguh oleh masyarakat Melayu. Kami langsung berangkat dari sekolah Hidayah ini ke Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) untuk kembali ke Tangerang dan Jakarta, kampung halaman kami tercinta, pada 11 April 2018. Tentunya lelah dan letih amat dirasakan tetapi kami sangat bergembira  di saat yang sama dengan mengikuti Edutrip 2018 ini. Sampai jumpa lagi di Edutrip selanjutnya.

this post also available in: enEnglish

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: