Mimpi Savero dan Zainal Membawa Indonesia Tampil di Pentas Dunia

Home - Berita - Mimpi Savero dan Zainal Membawa Indonesia Tampil di Pentas Dunia

Mimpi Savero dan Zainal Membawa Indonesia Tampil di Pentas Dunia

Kabar gembira datang bagi keluarga besar Daarul Quran saat Savero Aurelio Armanto dan Zainal Abidin Mahfud, santri kelas 7c, berhasil membawa SSB ASIOP Apacinti Jakarta, menjuarai AQUA Danone Nations Cup (AQUADNC) 2018. Atas prestasinya tersebut keduanya akan ikut dalam lafa Final Dunia DNC di Spanyol pada tahun depan.

Baik Savero dan Zainal memiliki mimpi untuk membawa Indonesia tampil di ajang Piala Dunia. Keduanya pun senang dengan apa yang telah mereka capai dan tidak lupa untuk terus berlatih dan mempertahankan kemampuan yang telah dimiliki.

Kepada tim daqu.sch.id, keduanya bercerita mengapa memilih sepak bola sebagai olahraga yang ditekuni dan masuk pesantren untuk pendidikan selanjutnya. Mereka juga berkisah bahwa masuk pesantren bukan halangan untuk meraih prestasi di luar ilmu-ilmu keagamaan. Bahkan menurut keduanya pesantren membantu mereka dalam soal belajar fokus, mental sekaligus bekerjasama.

Sejak kapan bermain sepak bola

Savero : Sejak kelas 2 SD
Zainal : Sama, sejak kelas 2 SD

Apa yang menyebabkan suka dengan sepak bola?

Savero : Waktu itu diajak papa nonton Indonesia vs Chelsea di Stadion Gelora Bung Karno. Saya suka permainannya mereka meski belum kenal dengan nama banyak pemainnya.

Zainal : Saya suka diajak ngeliat kakak latian sepak bola juga. Jadi sejak itu mulai suka dengan permainan ini dan ingin ikut kakak latian di SSB.

Klub dan Pemain Favorit?

Savero : Barcelona dan saya suka dengan Lionel Messi. Ia punya permainan yang bagus sejak dari usia muda.

Zainal : Barcelona juga (tertawa). Saya suka Daniel Alves dan Jordi Alba. Kebetulan mereka adalah wing back yang bagus. Bisa bertahan dan juga bisa menyerang.

Posisi kamu apa?

Savero : Defender

Zainal : Sama. Defender atau pemain belakang.

Pengalaman apa yang didapat dari kejuaraan Danone Cup kemarin?

Savero : Bersyukur kepada Allah karena kita berhasil meraih juara.

Zainal : Lawannya menarik dan dari berbagai daerah. Jadi banyak pengalaman baru.

Pertandingan yang paling berat?

Savero : waktu ketemu tim dari Papua. Kami berhasil menang 1-0. Mereka fisiknya kuat dan teknik bermain sepak bolanya bagus.

Zainal : Waktu di final ketemu perwakilan dari Sumatera Utara. Kita menang lewat babak adu penalti. Mereka bermain sudah seperti orang                        dewasa bermain dengan krosing-krosing yang bagus. Jujur kami sempat kewalahan. Alhamdulillah bisa menang.

Ada rasa gugup?

Savero : Jujur gugup bermain dihadapan banyak orang. Tapi pelatih bilang kita harus punya mental juara dan dengan kebersamaan rasa gugup itu perlahan hilang.

Zainal : Takut juga. Tapi saya melawan rasa takut itu dengan teriak sekencang-kencangnya, berdoa dan berusaha tampil percaya diri.

Apa yang kamu pelajari dari permainan sepak bola?

Savero : Tentang fokus, kerjasama tim juga berpengaruh dan kita harus menghilangkan sikap ego dan individualisme.

Zainal : Selain melatih fokus dan kerjasama, dalam sepak bola juga benar-benar melatih mental saya.

Oiya, cita-cita kalian berdua apa sih?

Savero : Menjadi pemain sepak bola yang bisa hafal 30 juz.

Zainal : Sama. Menjadi pemain bola yang bisa hafal 30 juz dan mengamalkannya.

Mimpi kamu bagi sepak bola Indonesia?

Savero : Membawa timnas bermain di piala dunia.

Zainal : Tidak hanya bermain tapi juga juara.

Bagaimana persiapan kejuaraan di Spanyol nanti?

Savero : Kami akan terus berlatih dan berusaha meraih juara.

Zainal : Sama.

Pesepakbola Indonesia favorit kalian?

Savero : Evan Dimas, karena dia punya kepemimpinan yang bagus dan mainnya disiplin.

Zainal : Andik Vermansyah, selain bagus dia juga punya kecepatan.

Kenapa Memilih Pesantren?

Savero : Ingin mencari ilmu dunia dan akhirat untuk persiapan hidup di masa depan. Saya juga sayang dengan hafalan juz 30 yang udah saya punya waktu SD.

Zainal : Sama seperti bola saya ngeliat kakak masuk pesantren dan sepertinya enjoy. Kakak juga di pesantren Daarul Qur’an.

Susah mana menghafal Alquran dan bermain sepak bola?

Savero : Menghafal Alquran. Karena selain niat dan fokus juga butuh kebersihan hati.

Zainal : Menghafal Alquran. Karena niat ini akan membuat kita mudah atau sulitnya menghafal Alquran.

Bagaimana perasaan masuk pesantren pertama kali?

Savero : Seru aja dan sampai hari kelima masih kangen. Alhamdulillah sekarang sudah enjoy.

Zainal : Pertama kali takut karena ini lingkungan baru. Sampai hari ketiga rasa takut itu masih ada.

Kesan seru pertama di pesantren?

Savero : Banyak ketemu teman yang ternyata baik-baik. Kakak kelas juga hormat dan mau membantu adik kelas.

Zainal : Ustadznya baik-baik. Banyak ketemu teman baru.

 

Apa pesan orangtua yang paling kalian ingat hingga sekarang?

Savero : Kalo sudah terkenal jangan sombong.

Zainal : Masih banyak orang di luar sana yang mau seperti kita. Jangan buang waktu dan setengah-setengah.

Share:

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: