Memupuk Kemandirian Melalui Mabit

Home - Berita - Memupuk Kemandirian Melalui Mabit

Memupuk Kemandirian Melalui Mabit

Mabit adalah salah satu sarana Tarbiyah ( wasa’il at tarbiyah ). Secara bahasa mabit berarti bermalam. Istilah yang sangat masyhur di telinga kita karena istilah Mabit merupakan salah satu rangkaian ibadah haji yaitu mabit di Mina. Tetapi, mabit yang dilaksanakan oleh SD Daarul Qur’an Semarang ini yaitu menginap di sekolah; tempat para siswa-siswi belajar sehari-harinya, yaitudi jl. Pahlawan gang gergaji pelem kelurahan Mugassari, Semarang Selatan.

Acara ini dilaksanakan untuk memupuk kemadirian siswa-siswi serta memberi penguatan kepada mereka akan DaQu Metode dan sifat malu yang merupakan salah satu cabang iman. Siswa-siswi SD Daarul Qur’an yang terbiasa shalat dhuha, membaca asma’ul husna dan  shalat lima waktu beserta dzikir dan do’anya, dan di mabit ini siswa-siswi dilatih untuk qiyamul lail melaksanakan shalat tahajjud, shalat Hajat serta witir.

Mabit di SD Daarul Qur’an atau lebih akrabnya DaQuSchool merupakan agenda wajib yang dilaksanakan pihak sekolah. Terhitung dalam 1 tahun terdapat 3 kali agenda mabit. Pertama Mabit kelas genap yang diikuti kelas 2, 4 dan 6. Kedua Mabit kelas ganjil oleh kelas 1,3 dan 5. Ketiga Mabit Pesantern Ramadhan yang diikuti seluruh siswa-siswi dari kelas 1 sampai 6. Untuk  mabit kali ini adalah mabit kelas genap yang pesertanya kelas 2, 4 dan 6.

Acara mabit yang dilaksanakan dari jumat siang (7/9) sampai sabtu pagi berjalan dengan berkesan. Dimulai shalat ashar berjamaah, penguatan DaQu metode, serta adanya ice breaking dari Mr Riyad dan Mr Max yang semakin menambah kecerian anak-anak. Tidak sampai disitu saja, Malam nya sehabis shalat isya’, anak-anak dihadirkan pencerita dari luar sekolah, namanya Kak Kus yang semakin menambah keceriaan anak-anak.

Pukul 03.00 pagi anak-anak bangun untuk melaksanakan shalat malam. Anak-anak juga secara tidak langsung diajarkan mengenai kesabaran, karena setelah shalat malam, anak-anak membaca asma’ul husna dan shalawat sembari menunggu waktu shalat shubuh tiba, setelah shalat shubuh lanjut muroja’ah hafalan agar memperkuat lagi hafalan-hafalan mereka.

Pagi sebelum matahari menampakkan sinarnya, anak-anak mengikuti senam dan olahraga,serta  jalan-jalan di sekitar sekolah untuk mengenal lingkungan yang sehari-hari mereka tempati.  Acara ditutup setelah anak-anak melaksanakan shalat Dhuha.

Semoga dengan diadakannya mabit ini semakin menumbuhkan sifat-sifat positif siswa-siswi sehingga  tetap menjadi siswa-siswa yang sholeh-sholehah kebanggaan orang tua, agama , Nusa dan  bangsa. Amiin…

 

 

Share:

Categories

Latest Posts

%d blogger menyukai ini: