ArtikelHoax Ditengah Tragedi

Hausnya masyarakat mencari informasi menjadi awal masuknya berita-berita hoaks
PesantrenDaQu PesantrenDaQu2 minggu ago210

Oleh : Gumanti

 

Tidak lama setelah pesawat Lion Air JT-610 tujuan Jakarta – Pangkal Pinang dinyatakan jatuh di Laut Utara Karawang, beredar sejumlah foto dan video di media sosial yang diklaim berasal dari penumpang pesawat beberapa lama sebelum kecelakaan. Dalam foto tersebut digambarkan sejumlah penumpang tengah menggunakan masker udara sementara di video yang beredar tergambar suasana kepanikan penumpang saat pesawat berguncang.

Foto dan video tersebut pun menjadi konsumi masyarakat. Banyak yang kemudian latah menyebar kembali foto dan video tersebut di sejumlah media sosial mereka lengkap dengan caption yang semakin mendramatisir kejadian tersebut.

Informasi Hoax memang akan cepat menyebar dalam suatu kondisi luar biasa seperti jatuhnya Lion Air JT-610. Hausnya masyarakat mencari informasi menjadi awal masuknya berita-berita hoaks. Sayangnya keinginan mencari informasi tercepat itu tidak diimbangi dengan kemampuan untuk memverifikasi atau sekedar mencerna terlebih dahulu informasi yang diterima. Menjadi yang tercepat menyebar informasi akan menjadi suatu kebanggaan.

Terkait foto dan video yang diklaim berasal dari penumpang pesawat Lion Air JT-610. Kepala Basarnas Jakarta Hendra Sudirman membantahnya. Dikutip dari Tirto, Hendra mengatakan tidak mungkin ada video atau foto yang diklaim berasal dari penumpang pesawat Lion Air JT-610, detik-detik sebelum jatuh.

“Tak mungkin. Keadaannya pesawat sudah tenggelam. Keadaan korban pun belum ditemukan lagi. Menurut saya sangat tidak mungkin,” ujar Hendra.

Sementara itu Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta kepada lembaga penyiaran untuk lebih hati-hati dalam menayangkan informasi terkait kecelakaan pesawat ini. Dikutip dari Kumparan, Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis, meminta kepada embaga penyiaran untuk berhati-hati menayangkan informasi mengenai kejadian tersebut khususnya yang bersumber dari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia meminta kepada lembaga penyiaran untuk memperoleh informasi yang berasal dari instansi berwenang sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Penyebaran Hoax memang marak dan media sosial menjadi platform terbanyak penyebaran hoax. Mengutip Tirto, berdasar data Statista, pada tahun 2017 diperkirakan terdapat 2,5 miliar orang yang menggunakan media sosial. Facebook menjadi platform dengan pengguna terbanyak 1,9 miliar pengguna disusul whatsapp dengan 1,2 miliar pengguna aktif. Besanrnya pengguna maka tidak salah jika media sosial menjadi tempat favorit untuk berbagi informasi. Sayangnya banyak informasi yang disebarkan adalah informasi palsu atau hoax.

Survey yang dilakukan oleh Pew Research Center pada tahun 2016 menyatakan sebanyak 23 persen orang dewasa dari 1.002 respond mengaku mereka masih meragukan berita yang mereka bagikan sendiri.

Besarnya arus informasi yang masuk memaksa kita untuk peka agar bisa memilah mana informasi yang berguna dan mana yang palsu. Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam bukunya bukunya ‘Blur: Bagaimana mengetahui kebenaran di era banjir informasi’ menulis kita harus menjadi ‘editor’ bagi diri sendiri.

Ditengah banyaknya saluran berita yang saling beradu cepat, menurut keduanya, kita harus rajin bertanya kepada diri sendiri sehingga setidaknya bisa mengenali mana jurnalisme baik dan mana yang buruk.

Beberapa poin dikemukakan dalam buku tersebut agar kita bersikap skeptis saat menemui sebuah konten yang meragukan. Seperti:

1. Jenis konten apa yang ditemui? opini, berita, kolom”
2. Apa informasinya komplit? jika tidak apa yang kurang?
3. Siapa dan apa sumbernya, dan kenapa saya harus mempercayai mereka?
4. Apa bukti yang disuguhkan, bagaimana menguji atau membuktikannya?
5. Apa yang bisa menjadi penjelasan atau pemahaman alternatif?
6. Apakah saya telah mempelajari apa yang perlu saya pelajari?

 

(foto: Google)

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu

daqu.sch.id

Gd. Adh-Dhuha Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an
Jl. Thamrin Ketapang, Kp. Ketapang Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten
021-2789 9696

PesantrenDaQu, 2018 © All Rights Reserved