ArtikelCikarangSenjakala Guru

Eksistensi  guru mulai terancam di abad 21, akankah guru digantikan oleh seorang robot atau juga bisa juga digantikan oleh software dan audio visual?
PesantrenDaQu PesantrenDaQu11 bulan ago349

Eksistensi  guru mulai terancam di abad 21, akankah guru digantikan oleh seorang robot atau juga bisa juga digantikan oleh software dan audio visual?.  Di abad 21 yang serba maju oleh perkembangan teknologi yang sangat cepat, terutama pada bidang bio-tecnologi, material science, atau teknologi bahan, teknologi elektronika, serta komputer.  Semua Negara dengan gila-gilaan berlomba untuk mengembangkan teknologi.  Semua bidang ingin memudahkan segala hal dengan cara memanfaatkan teknologi.

Pada bidang pendidikan terlihat jelas penyesuaiannya dengan teknologi, seperti banyaknya media pembelajaran berbasis teknologi dan model pembelajaran berbasis teknologi.  Bahkan lembaga pendidikan juga sudah mengarah pada pemanfaatan teknologi, seperti  lembaga pendidikan nonformal  (bimbingan belajar) ada yang dapat diakses melalaui media sosial, yang mana biasanya belajar dilakukan dengan kontak langsung antar pengajar dengan murid namun saat ini dapat dilakukan dengan kontak tidak langsung yakni melalui media sosial.  Bimbingan yang dilakukan dengan kontak tidak langsung melalui alat perantara seperti chat, video call bahkan jika membutuhkan penjelasan misalnya pelajaran sains maka pembimbing bisa mengirimkannya melalui gambar atau video tutorial.  Terlihat jelas dengan pembelajaran tersebut membrikan dampak yang besar sehingga belajar tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

Guru merupakan suatu profesi yakni suatu pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang yang profesional.  Guru dianggap profesional karena telah menempuh pendidikan khusus untuk menjadi tenaga pendidik.  Seorang guru harus mampu mengikuti perkembangan zaman, sebagaimana peranan guru pada abad 21 yang segala sesuatu tepapar oleh teknologi produk dari globalisasi yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.

Dengan adanya kemajuan teknologi peserta didik mampu belajar dimana saja dan kapan saja, ditambah dengan adanya e-learning, mobile learning semakin mempermudah peserta didik untuk belajar secara intensif.   Hal ini juga memberikan dampak pada banyakanya peserta didik memilih untuk melaksanakan pendidikan di rumah (home schooling).  Seorang guru harus mampu mengikuti arus perkembangan zaman ini, guru harus melek terhadap teknologi mampu berinovasi dalam mengajar seperti membuat materi belajar yang apik dengan animasi dan visualisasi yang unik.  Atau membuat modul atau materi pembelajaran secara elektronik sehingga mampu diakses dengan mudah oleh peserta didik.

Eksistensi seorang guru abad 21 berkaitan dengan kualitas dirinya, sehingga guru harus mampu men-upgrade pengetahuan dan keterampilannya.  Guru yang tidak mampu mengoprasikan computer akan didefenisikan sebagai buta huruf (illiteracy) (Koswara 125 : 2008). Sehingga guru yang tidak mampu untuk bersaing pada abad 21 ini akan tertinggal.  Selain pengetahuan dan keterampilan guru harus memiliki kepribadian yang baik.  Ada ungkapan jawa bahwa guru adalah “digugu lan dititu” artinya guru adalah orang yang harus ditaati dan diikuti (Koswara 3 : 2008).  Sehingga guru harus menjadi contoh bagi para peserta didik dengan kepribadian baiknya.

Tugas seorang guru bukan hanya sebagai fasilitator untuk menyampaikan ilmu saja atau membuat siswa cerdas (pengajar), namun seorang guru dituntut memiliki tugas sebagai pelatih dengan tujuan untuk memotivasi peserta didik agar mampu menguasai alat belajar, memotivasi peserta didik untuk bekerja keas agar cita-cita dan tujuan hidup peserta didik tercapai, dan mampu membantu peserta didik menghargai nilai belajar dan pengetahuan. Selain itu seorang guru bertugas sebagai pendidik membentuk soft skill  (karakter dan kepribadian) yakni peserta didiknya memiliki sifat bertanggungjawab, berjiwa pemimpin, jujur, memiliki rasa empati, toleransi, kerjasama, sopan santun, disiplin dan control diri.

Tugas guru sebagai pengajar mungkin saja bisa digantikan oleh video, animasi, gambar dan website yang tersedia kapan saja, namun tugas sebagai pelatih dan pendidik tidak mampu digantikan oleh kemajuan teknologi karena hal ini berkaitan dengan rasa kemanusiaan.  Maka seorang guru harus meningkatkan tiga tugas yang dipegang oleh guru yakni sebagai Pengajar, Pelatih dan Pendidik dengan cara meningkatkan kualitas dirinya baik secara kepribadian, tingkat pendidikan juga kreativitas agar seorang guru mampu eksis dalam pergantian zaman.

 

oleh ; Ustadzah Nurul Kumalasari Saragih, pengajar di Pesantren Daqu, Cikarang.

 

Sumber:

Koswara, D Denis, dan Halimah. 2008. Seluk Beluk Profesi Guru. Bandung: PT Pribumi Mekar.

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu