Dream DaQu 5 Benua

 

ArtikelMillenial Oke Nyunnah Oce

Ketika kesempurnaan akhlaq dan agama dipandu dengan penguasaan ilmu modern maka itu akan menjadi modal utama menjadi generasi terbaik setelah para sahabat dan tabiin.
PesantrenDaQu PesantrenDaQu4 bulan ago476

Kata millenial sedang marak digunakan dalam beberapa tahun ini. Bukan hanya karena namanya yang futuristik, millenial terkesan hidup di era milenium, walaupun di sebagian tempat masih ada yang makan nasi tiwul. Tapi begitulah viraliltas istilah yang berkembang di Indonesia, sangat cepat, sistematis, masif, dan terstruktur.

Millenial sendiri merujuk pada mereka yang lahir mereka yang lahir diawal tahun 1990 sd 2000 yang kira-kira jika sekarang ditahun 2018 sudah berusia antara 20 sd 30 tahun. Atau biasa disebut sebagai generasi Y.

Kelekatan kehidupan generasi millenial identik dengan beberapa hal: 

  1. Selalu terkoneksi dengan tekhnologi kekinian, smartphone, media sosial dan segala perangkatnya.
  2. Berkehidupan simple way, tidak terlalu mau ribet walaupun kadang untuk urusan jodoh para kaum millenial sangat pelik sekali.
  3. Jalan berfikirnya cepat, tidak suka bertele-tele sehingga mudah memvonis dan tidak mendalami isi sebuah masalah.
  4. Sangat fanatik dengan komunitasnya, komunitas status, kendaraan, kelompok pengajian, dan terkesan menjaga jarak dengan komunitas lainnya. 
  5. Secara emosional , memang jika terarahkan dengan baik akan terkonrol, namun jika lepas bimbingan moral dan spiritual maka sangat mudah meledak-ledak.

Islam, sebagai agama yang Rahmatan Lilalamin, terbukti memberikan solusi kekinian dalam setiap perubahan zaman. Pada zaman kuno Islam justru seperti hal modern yang tidak masuk akal, dan sekarang ketika zaman tekhnolgi semakin canggih, justru islam hadir sebagai proven atas problemantika kehidupan manusia yang beragam.

Al-Quran dan As-Sunnah sebagai warisan abadi kanjeng Nabi Muhammad SAW, mengajarkan kepada kita untuk menjadi sebaik-baiknya generasi. Muslim dan mu’min yang nyunnah dan based on Al-Quran tentu akan menjadi generasi terbaik.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. ”(Ali Imran / 3 : 110)

Label generasi terbaik tidak kemudian menjadikan seorang muslim jumawa atas ummat lain, namun justru menjadi penengah, menjadi penyeru kedamaian dan membawa manfaat untuk semua orang. 

Dalam era modernisme ini bagimana kiranya seorang muslim bisa menjadi sangat millenial, dan disisi lain sangat nyunnah dengan ajaran al-quran dan hadits. Berikut adalah tipsnya menjadi muslim millenial yang nyunnah.

  • Tidak mudah membanding-bandingkan kecuali sebagai fastabiqul khoirot. 
  • Stylist, modist tapi tetap sesuai aturan berpakaian ala Nabi. 
  • Kekinian, namun memiliki banyak hafalan alquran dan hadits.
  • Bermedsos tapi penuh dengan nilai dakwah.
  • Tidak membatasi pergaulan tetapi memegang prinsip dan nilai ke Islaman.
  • Selalu bersifat positif terhadap banyak hal, bahkan ditengah kesulitan dan musibah yang menghampiri. 
  • Memiliki jiwa sosial yang tinggi.
  • Boleh sekali kita tidak ketinggalan zaman, namun dalam hal lain akar agama, akar budaya yang membangun tidak boleh diberangus oleh modernitas . 
  • Diantara contoh kecilnya adalah bijak menyikapi segala sesuatu kondisi yang sedang terjadi di sekitarnya. Mengutamakan bagaimana bersikap bukan bagaimana menilai atau membuat penilaiaan yang kemudian mudah menyebarkannya. Sebab peniliaan kita belum tentu masuk dalam akar masalah atau solusinya.

Ketika kesempurnaan akhlaq dan agama dipandu dengan penguasaan ilmu modern maka itu akan menjadi modal utama menjadi generasi terbaik setelah para sahabat dan tabiin.

Diriwayatkan dari Abu Jum’ah ra yang berkata, “Suatu saat kami pernah makan siang bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan ketika itu ada Abu Ubaidah bin Jarrah ra yang berkata, “Wahai Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adakah orang yang lebih baik dari kami? Kami memeluk Islam dan berjihad bersama Engkau.”

Beliau shallallahu alaihi wasallam menjawab, “Ya ada, yaitu kaum yang akan datang setelah kalian, yang beriman kepadaku padahal mereka tidak melihatku. 

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad juz 4 hal 106 hadis no 17017. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ad Darimi dalam Sunan Ad Darimi juz 2 hal 398 hadis no 2744 dengan sanad yang shahih.

Menjadi generasi millenial yang nyunnah adalah pilihan berentitas kaum muslim sekarang, atau tetap memilih jalan tradisional maka ruang geraknyapun tetap ada. Sehingga keputusan merubah keadaan diri dan suatu kaum ada dalam genggaman masing-masing. 

Wallahu a’lam. 

Ditulis oleh: Ustaz Hendy Irawan Saleh, Direktur Kominfo dan Dakwah

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu

daqu.sch.id

Gd. Adh-Dhuha Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an
Jl. Thamrin Ketapang, Kp. Ketapang Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten
021-2789 9696

PesantrenDaQu, 2019 © All Rights Reserved