fbpx
 

ArtikelPesantrenFadhly Padi Soal Album Daqu Project, Daarul Qur’an dan Mimpi Besarnya

Semoga album ini bisa menjadi inspirasi siapa saja untuk menghafal Alquran
PesantrenDaQu PesantrenDaQu1 bulan ago256

Selama tiga hari, 18-20 Februari 2019, Andi Fadly Arifuddin, vokalis band Padi yang akrab dipanggil Fadhly berada di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, untuk merampungkan pembuatan video klip “Drem Daqu”  dan “Zakat” yang akan masuk dalam album Daqu Project “Indonesia Menghafal”

Album “Indonesia Menghafal” berisi 9 lagu dengan benang merah mengajak sekaligus memotivasi masyarakat untuk menghafal Alquran. Album yang akan rilis jelang bulan ramadhan ini nantinya juga akan diisi oleh musisi nasional seperti Virzha, Yukie, vokalis Pas Band, serta Rian, vokalis D’masiv dan Benny Hadislani yang bertindak sebagai pengarah musik.

Bagi Fadhly, keterlibatannya dalam album yang diproduseri oleh ustaz Tarmizi Ashidiq, Ketua Daarul Qur’an, ini merupakan sebuah mimpi, mengingat dirinya sudah mengagumi kiprah ustaz Yusuf Mansur dan Daarul Qur’an dalam mencetak penghafal Alquran di Indonesia.

Untuk mengetahui apa pendapat Fadhly tentang album ini serta Daarul Qur’an itu sendiri, kami mewawancarai musisi asal Makassar ini di sela-sela pembuatan video klip. Mari kita simak penuturannya tentang album Daqu Project, Jailolo dan impiannya.

Alasan tertarik ikut Album Daqu Project?
Saya dari dulu sudah mengagumi kegiatan ustaz Yusuf Mansur dan Daarul Qur’an. Konsistensi Daqu dalam mencetak penghafal Alquran sangat mengsinspirasi saya. Saya ingat kata-kata ustaz Yusuf Mansur bahwa dalam 15 atau beberapa tahun ke depan Indonesia akan punya pemimpin, jenderal serta pengusaha yang hafal Alquran. Itu menurut saya langkah yang sangat besar dan harus kita dukung bersama

Konsep Video Klip ini sendiri seperti apa?
Saya berperan dalam posisi mengajak orang-orang dan mengenalkan tentang mimpi-mimpi Daarul Qur’an dalam mencetak penghafal Alquran tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Jadi ada anak-anak yang bermain di pinggir pantai dan mereka juga sambil menghafal Alquran. Saya ibarat pendamping mereka.

Pengalaman Tiga hari di Jailolo?
Pengalaman banyak. Saya bahagia bangat bisa jadi keluarga besar Daarul Qur’an, saya banyak pelajaran dan hikmah dalam perjalanan 3 hari ini. Dari mulai awal perjalanan hingga sampai di Jailolo. Saya tersentuh saat Pak Sofyan (pengasuh rumah tahfzih bobanehena) mengatakan bahwa kita dipersatukan karena saat itu ada gempa yang menjadi rahmat bagi Bobanehena, karena hikmah terbesar dari bencana itu hadirnya rumah tahfizh, dan jujur ini tempat yang nyaman untuk menghafal Alquran.

Kenapa tertarik dengan tema religi?
saya rasa ini panggilan, selama 20 tahun lebih saya berkarir jadi musisi, saya berpikir hal yang indah apabila lagu yang saya bawa bisa membawa orang ke arah yang lebih baik. Itu yang membangunkan saya. Karena jujur banyak saya menyanyikan lagu-lagu pop umum. Awalnya pada 2007 dengan Hadad Alwi lalu berlanjut dengan Mahir Zein sekarang dengan Daqu. Pergolakan batin banyak muncul karena, rasanya jika kita menyanyi dengan tema umum itu biasa banget. Pada saat saya bersama teman-teman terlibat dengan tema religi saya jadi banyak pelajaran, ketemu guru baru, dapat hikmah, dan itu menurut saya sangat spesial hingga saya tertarik ikutan dalam Daqu Project ini.

Kini Tengah berkembang tren hijrah di kalangan musisi, lalu apa makna hijrah bagi Fadhly sendiri?
Hijrah bagi saya memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Jika kita masih kurang hari ini maka perbaiki besok terus progres sampai waktu kita habis. Jadi hijrah itu adalah menambah ilmu, memperbaiki diri hingga paripurna dari waktu ke waktu.

Bagaimana Fahdly melihat semangat mengaji anak-anak di rumah tahfizh Bobanehena?
Saya merinding melihat semangat mereka, bagaimana dari Anak usia 4 SD hingga orangtua. Jadi ini memicu semangat saya untuk menghafal Alquran. Saya malu dan merasa belum ada apa-apa dibandingkan para anak-anak ini.

Pesan buat mereka yang sedang menghafal Alquran?
Saya selalu bilang kepada anak-anak saya ilmu apapun di dunia ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ilmu Alquran sekaligus mengajarkannya. Jadi seorang profesor ilmu apapun tidak akan ada bandingannya dengan para penghafal Alquran. Jadi, semangat terus untuk selalu menghafal Alquran.

Satu kata tentang Daarul Qur’an?
Daarul Qur’an itu indah.

 

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu

daqu.sch.id

Gd. Adh-Dhuha Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an
Jl. Thamrin Ketapang, Kp. Ketapang Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten
021-2789 9696

PesantrenDaQu, 2019 © All Rights Reserved