ArtikelPhubbing dan Cara Mengatasinya

Pastinya Anda pernah berada dalam peristiwa saat lawan bicara lebih sibuk menatap layar gawai ketimbang wajah dan arah pembicaraan Anda? atau Anda sendiri yang memiliki kebiasaan serupa? Fenomena saat seseorang selalu terpaku pada gawainya saat berhadapan dengan orang lain dikenal dengan istilah phubbing. Istilah phubbing sendiri muncul pada tahun 2012, saat sebuah agensi periklanan Australia menciptakan kata ini untuk menggambarkan fenomena mereka yang mengabaikan lawan bicara dan lebih sibuk dengan gawai mereka. Mungkin terdengar lucu,...
PesantrenDaQu PesantrenDaQu7 bulan ago617

Pastinya Anda pernah berada dalam peristiwa saat lawan bicara lebih sibuk menatap layar gawai ketimbang wajah dan arah pembicaraan Anda? atau Anda sendiri yang memiliki kebiasaan serupa?

Fenomena saat seseorang selalu terpaku pada gawainya saat berhadapan dengan orang lain dikenal dengan istilah phubbing. Istilah phubbing sendiri muncul pada tahun 2012, saat sebuah agensi periklanan Australia menciptakan kata ini untuk menggambarkan fenomena mereka yang mengabaikan lawan bicara dan lebih sibuk dengan gawai mereka.

Mungkin terdengar lucu, tapi efek phubbing ini ternyata bisa mempengaruhi mental bahkan di Amerika Serikat, sebagaimana penelitian oleh James A. Roberts, seorang profesor marketing dari Baylor University, banyak pasangan bercerai karena seseorang dianggap lebih memperhatikan gawai ketimbang pasangannya.

Phubbing bisa mengganggu seseorang untuk hadir dan terlibat dengan orang di sekitar Anda. Saat ini hampir semua orang dewasa memiliki smartphone dan memiliki akun di media sosial atau aplikasi percakapan lainnya. Ini menyebabkan lawan bicara yang awalnya fokus terpancing untuk memegang gawai mereka dan berinteraksi di media sosial.

Lalu bagaimana mengatasi phubbing? situs Healthline memberikan tiga tips untuk mengurangi phubbing:

1. Jadikan waktu makan sebagai zona bebas gawai. Jika notifikasi yang masuk mengundang Anda untuk memegang gawai, maka seting perangkat Anda ke mode “don’t disturb”. Beri kesempatan diri Anda untuk terlibat dengan orang di depan Anda dengan melakukan percakapan yang tulus. Awalnya mungkin terasa dipaksakan, tetapi Anda akan lebih nyaman saat bertatap muka.

2. Tinggalkan Smartphone Anda. Awalnya mungkin serasa ada anggota tubuh yang hilang, tetapi jangan takut untuk meletakkan ponsel Anda di mobil, laci meja atau tas dan biarkan di sana. Apapun notifikasi yang masuk, ia akan tetap menunggu balasan Anda.

3. Tantang Diri Anda. Jadikan mengabaikan smartphone Anda, terutama aktivitas media sosial, sebagai sebuah tantangan.

Selamat mencoba…

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu

daqu.sch.id

Gd. Adh-Dhuha Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an
Jl. Thamrin Ketapang, Kp. Ketapang Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten
021-2789 9696

PesantrenDaQu, 2019 © All Rights Reserved