Dream DaQu 5 Benua

 

ArtikelBeritaPesantrenSelamat Jalan Ustadz Arifin

Dalam wasiatnya ia berpesan untuk disalatkan di masjid az-Zikra dan masjid di Gunung Sindur, lalu dimakamkan di samping masjid Gunung Sindur
PesantrenDaQu PesantrenDaQu1 bulan ago470

Innalillahi wa innalillahi rojiun, umat Islam berduka dengan kabar meninggalnya KH Muhammad Arifin Ilham pada Rabu (22/5/2019) malam di sebuah rumah sakit di Penang, Malaysia. Sebelumnya, beliau dirawat dalam waktu yang cukup lama akibat mengidap penyakit kanker getah bening stadium 4A.

Ustadz Arifin meninggal dunia pada pukul 23.20 waktu Penang. Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh putranya Muhammad Alvin Faiz lewat akun instagram @alvin_411 pada Rabu malam.

“innalillahiwainnailaihirojiun. Telah wafat Abi kami tercinta Abi @kh_m_arifin_ilham. Semoga Allah terima amal ibadahnya, diampuni semua dosanya, dimasukkan ke surganya Allah swt, aamiin.
InsyaAllah secepatnya Abi dipulangkan dari malaysia dan dimakamkan di pesantren Azzikra gunung sindur bogor. Sekiranya jika ada salah kata atau perbuatan dari abi, mohon dibuka permintaan maaf sebesar besarnya. Ya Allah, jika ini yang terbaik, kami ikhlas ya Allah, kami ridho ya Allah,” tulis Alvin.

Rencananya jenazah beliau akan diterbangkan dari Penang, Malaysia, pada pukul 10.00 wib, untuk selanjutnya disholatkan di Mesjid Az Zikra Sentul, Bogor, lalu dibawa ke Mesjid Az Zikra Gunung Sindur untuk dimakamkan di sana. Ini seperti wasiat beliau pada postingan instagramnya bulan April 2019 lalu. Ia menyebutkan, jika ia meninggal dunia, .

“Kalau lebih dahulu MENGHADAP Allah, pertama sholat di mesjid Az Zikra Sentul dan kemudian sholat kedua di mesjid Gunung Sindur. Kuburan di samping mesjid Gunung Sindur yg telah arifin siapkan dg kain kapannya,” tulis Ustadz Arifin kala itu.

Terlahir pada tanggal 8 Juni 1969, ia diberi nama Muhammad Arifin Ilham oleh kedua orangtuanya. Dalam darahnya mengalir darah ulama, ayahnya masih keturunan ketujuh Syeh Al-Banjar, ulama besar di Kalimantan. Ia sempat nyantri di Pesantren Darunnajah, Jakarta hingga kelas dua aliyah (SMA). Kemudian pada 1987 ia melanjutkan pendidikannya di Pesantren Assyafi’iyah, Jakarta dan menyelesaikan masa SMA-nya hingga kelas tiga aliyah.

Ia lalu melanjutkan ke pendidikan tinggi ke Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Nasional (Unas), Jakarta. Ia menyelesaikan kuliahnya pada usia 25 tahun. Tiga tahun kemudian, Majelis az-Zikra pun didirikannya di Depok, Jawa Barat.

Ustadz Arifin mengawali dakwahnya di Kota Depok, Jawa Barat, tepatnya di Masjid Al-Amru Bit-Taqwa, yang didirikan olehnya bersama tetangganya di Perumahan Mampang Indah II. Lewat ceramah dan zikir berjamaah ia mengajak umat Islam untuk kembali mendekat kepada Allah swt.

“Arifin berzikir karena ingin mencintai Allah secara lebih total!” jelasnya.

Ia memperkenalkan zikir berjamaah pada tahun 1997, saat itu jamaahnya masih tiga orang. Ia sadar mengajak ke jalan kebaikan itu tidaklah mudah. Sambil berzikir ia terus meyakinkan banyak orang bahwa zikir berjamaah itu sangat besar faedahnya. Perlahan, jamaah yang awalnya hanya tiga orang bertambah menjadi satu saf, dua saf, dan akhirnya masjid dipenuhi jamaah bahkan hingga keluar area masjid.

Zikir yang dibawakan oleh ustaz Arifin Ilham kembali menyadarkan banyak umat Islam untuk bertaubat. Dari metodenya juga banyak mereka yang memeluk Islam. Zikirnya dianggap sederhana dan mudah dipahami. Dibacakan dengan bahasa arab dan Indonesia, siapa saja bisa meresapi makna zikir yang dibawakannya. Siapapun yang hadir di majelisnya akan menumpahkan air mata menyadari kotornya diri.

Selamat jalan Ustadz Arifin. Kami akan merindukan dakwah dan syahdunya alunan zikirmu.

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu