BeritaCikarangBelajar Budidaya Jamur Tiram di Daqu Agro

Jamur tiram ternyata tidak hanya bisa dijadikan sayur saja, lebih dari itu jamur tiram bisa dijadikan beragam olahan makanan. Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Ghulaman Zakiya, supervisor Daqu Agro Cianjur,kepada seluruh santriwati kelas 7 Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Putri Cikarang, yang tengah mengikuti masa orientasi santri (MOS), Jumat 28 Juni 2019. Kegiatan MOS kali ini berbeda dari yang lainnya. Seluruh santri baru diboyong ke  pusat pengembangan dan pelatihan jamur tiram milik Daqu Agro yang berada...
PesantrenDaQu PesantrenDaQu3 minggu ago301

Jamur tiram ternyata tidak hanya bisa dijadikan sayur saja, lebih dari itu jamur tiram bisa dijadikan beragam olahan makanan. Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Ghulaman Zakiya, supervisor Daqu Agro Cianjur,kepada seluruh santriwati kelas 7 Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Putri Cikarang, yang tengah mengikuti masa orientasi santri (MOS), Jumat 28 Juni 2019.

Kegiatan MOS kali ini berbeda dari yang lainnya. Seluruh santri baru diboyong ke  pusat pengembangan dan pelatihan jamur tiram milik Daqu Agro yang berada di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.  Dipandu oleh Zaki, seluruh santriwati diajak untuk berkeliling sekaligus mempelajari bagaimana cara menanam sekaligus mengolah jamur tiram sehingga dapat dipasarkan dan dikonsumsi oleh siapa saja.

Selain itu santriwati diajak untuk memanen wortel sekaligus  bermain kuis mengenai pengembangbiakan jamur tiram dan memanen wortel dan juga memfermentasikan pisang untuk menjadi olahan makanan siap saji.

Seluruh santriwati kelas 7 merasa begitu excited dan penasaran seperti diungkapkan oleh Rafa Adya Maritza,  “kesannya seneng banget dan penasaran waktu di agro techno walaupun perjalanan dari Cikarang  ke Cianjur itu jauh, tapi kita bisa belajar banyak banget tentang macam-macam cara bertani sama penjelasannya. Kita juga tahu bagaimana mengolah jamur agar bisa dimakan sama kita semua. Juga kita diajarin cara memetik wortel dan yang penting kita diajak untuk menjadi muslimah  yang mencintai lingkungan, pokonya seru banget deh. Alhamdulillah”

Ternyata bertani itu seru loh. Kita jadi peduli lingkungan, karena kalau lingkungan rusak kita jadi susah untuk bercocok tanam. Hasil tani juga kalau diolah dengan lebih baik akan menambah nilai jual dan akan melipatgandakan penghasilan para petani.

Ditulis oleh, Ika Febriyanti, santriwati kelas XII

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu