ArtikelWirda Mansur : Temukan Kebahagiaan Walau Setitik

Pesantren adalah tempat dimana kita dididik menjadi orang yang pandai dalam segala hal, menjadi orang yang mandiri, kuat dan juga tangguh. Bukan sebaliknya menjadi pengeluh.
PesantrenDaQu PesantrenDaQu4 minggu ago7053

“Lu dateng ke pesantren tujuannya mau apa? Mau nyari fasilitas apa nyari ilmu?” Tanya Wirda Mansur kepada para santriwati pesantren tahfizh Daarul Qur’an Putri Cikarang, Rabu, 24 Juli 2019.

Putri sulung KH Yusuf Mansur bernama lengkap Wirda Salamah Ulya tersebut menyempatkan diri hadir memberi motivasi dan semangat kepada seluruh santriwati. Wirda menjelaskan apa yang terjadi di pesantren dari mulai hiruk pikuknya, susah dan senangnya, tangis dan tawanya harus dimaknai sebagai sebuah proses pembelajaran.

“Di pesantren itu kudu ngerasain susahnya kehidupan. Gak ada tuh acara nyari enak gegara fasilitasnya, kalo ke pesantren nyarinya kamar yang enak, yang power king space, kasur yang empuk, kamar mandi yang elit, makanannya yang enak kayak bintang lima mending gak usah nyantren, karna pesantren itu  tempat di mana  kita ngerasain semua kehidupan yang serba apa adanya. Liat di luar sana banyak tuh yang nangis gegara gak punya tempat tinggal dan gak punya uang buat makan. Lah, kita yang udah alhamdulillah makan tinggal makan tapi gak bisa bersyukur dengan apa adanya”, ungkap Wirda dengan penuh semangat.

Bagi Wirda pesantren adalah tempat dimana kita dididik menjadi orang yang pandai dalam segala hal, menjadi orang yang mandiri, kuat dan juga tangguh. Jika kita hanya dapat mengeluh karna keadaan yang serba kekurangan sudah pasti kita menjadi orang yang tidak berhasil dan hanya menerima kegagalan yang tidak akan pernah habis.

“Sesusah apapun hidup di pesantren, pasti akan ada setitik kebahagiaan yang di dapat, dimana setititk kebahagiaan itu yang akan berbuah menjadi tumpukan kebahagiaan di akhir nanti” ungkap Wirda. “Seperti pepatah mengatakan bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Tidak ada seorang hamba yang mana Allah terus memberinya kebahagiaan tanpa ada kesulitan dan kesusahan di balik itu. Jika kita menjadi seorang manusia yang terus hidup di keadaan zona nyaman, maka tidak akan kita mendapat pembeljaran dari sebuah kehidupan”

Diujung sesi Wirda berpesan bahwa manusia harus siap tinggal di berbagai tempat apapun itu bentuknya. Tidak ada tempat terbaik untuk melatih kesabaran, menjaga diri dari menggibahkan orang selain di pesantren. Karna pesantrenlah tempat yang paling baik untuk membentuk diri secara kaffah sehingga membuahkan bibit-bibit calon pemimpin masa depan yang siap menempuh kesulitan di hari nanti.

Ditulis oleh, Ika Febriyanti, santriwati kelas XII 

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu

daqu.sch.id

Gd. Adh-Dhuha Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an
Jl. Thamrin Ketapang, Kp. Ketapang Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten
021-2789 9696

PesantrenDaQu, 2019 © All Rights Reserved