BanyuwangiBeritaKhidmat Upacara Bendera di Pesantren Daqu Banyuwangi

Penjajah dan sebenar-benarnya penjajah bagi seorang santri adalah syaithon
PesantrenDaQu PesantrenDaQu3 bulan ago358

Sabtu, 17 Agustus 2019, Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Banyuwangi menggelar upacara pengibaran bendera dalam rangka hari kemerdekaan Indonesia yang ke-74.

Bertindak sebagai pengibar sang saka merah putih yakni santri Muhammad Reza Aulia Akbar (Bondowoso), Fadly Eka Ramadan (Gorontalo), Jejer Paduta (Banyuwangi).


Upacara yang diikuti seluruh civitas pesantren Daqu Banyuwangi ini dipimpin langsung oleh Kyai Mustain (Pengasuh) selaku pembina upacara yang dalam amanatnya berpesan kepada para santri untuk waspada dari penjajah yang mengintai manusia yaitu syaithon.

“74 tahun sudah Indonesia merdeka dari penjajahan. Tapi jauh daripada itu, kemerdekaan yang hakiki adalah kelak di akhirat. Setiap saat kita diintai oleh penjajah dan sebenar-benarnya penjajah bagi seorang santri adalah syaiton. Yang tidak pernah putus asa mengganggu niat para santri terutama dalam menghafal Alquran. Karenanya bulatkan tekat, kuatkan iman, siapkan diri untuk masa yang akan datang dan mohon slalu perlindungan kepada Allah Swt setiap akan memulai suatu aktivitas” ujar Kyai Mustain.

Upacara yang berjalan khidmat ini ditutup dengan menyanyikan lagu Mars Daarul Qur’an oleh seluruh peserta upacara. Sambil memekikkan takbir, para santri yang dalam hal ini selaku peserta upacara bubar barisan dengan semangat baru, meneruskan perjuangan para pahlawan.

“Semoga momen kemerdekaan ini memberi makna dalam pembentukan mental santri Daarul Qur’an banyuwangi, untuk selalu semangat belajar dan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan segala dimensi maknanya, semangat pengorbanan, semangat pengabdian, dan semangat hijrah” Pesan ustad Horiyanto selaku Kepala Sekolah SMP Daarul Qur’an Banyuwangi.

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu