ArtikelDaqu Festival, Ajang Kreasi dan Seni Santri Daarul Qur’an

Mengusung tema “limitless world” santri  pesantren tahfizh Daarul Qur’an, Ketapang, Tangerang, menggelar acara Daarul Qur’an Festival pada Sabtu, 28 September 2019. Daqu festival merupakan kegiatan pentas seni santri yang digelar setahun sekali. Tema “Limitless world” yang berarti dunia tanpa batas diambil sesuai dengan pesan yang sering disampaikan oleh KH. Yusuf Mansur, pendiri Daarul Qur’an, bahwa santri Daarul Qur’an harus menyebar di lima benua untuk mengenalkan keberkahan Alquran. Tema ini juga sesuai dengan impian segenap keluarga...
PesantrenDaQu PesantrenDaQu3 minggu ago261

Mengusung tema “limitless world” santri  pesantren tahfizh Daarul Qur’an, Ketapang, Tangerang, menggelar acara Daarul Qur’an Festival pada Sabtu, 28 September 2019.

Daqu festival merupakan kegiatan pentas seni santri yang digelar setahun sekali. Tema “Limitless world” yang berarti dunia tanpa batas diambil sesuai dengan pesan yang sering disampaikan oleh KH. Yusuf Mansur, pendiri Daarul Qur’an, bahwa santri Daarul Qur’an harus menyebar di lima benua untuk mengenalkan keberkahan Alquran. Tema ini juga sesuai dengan impian segenap keluarga besar Daarul Qur’an yang harus berani bermimpi dan bercita-cita setinggi-tingginya.

Acara dimulai dengan sambutan yang disampaikan oleh ketua panitia yang terdiri dari Asyraf Al-khawarizmi, Sulthan Fasya dan Hamdi Winata. Ketiganya merupakan santri kelas 12. Ketiga berpesan bahwa segala sesuatu yang ingin kita mulai harus diawali dengan keyakinan yang kuat.

Setelahnya kegiatan resmi dibuka yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Kyai Yusuf Mansur. Setelahnya para santri mulai berkreasi lewat sejumlah penampilan seni yang mereka tampilkan.

Untuk pertama kalinya dalam even ini digunakan teknologi video mapping pada panggung acara. Proyeksi gambar yang dihasilkan pada video mapping ini jelas menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Bahkan tidak sedikit yang berdecak kagum.  Setelahnya beragam penampilan mengalir ditampilkan oleh para santri.

Yang baru dalam Daqufest kali ini adalah penampilan shadow fight. Dimana para santri beratraksi mengandalkan bayangan dari sorot lampu di layar berwarna putih. Meski sederhana adegan ini menampilkan visual yang memikat.

Lewat penampilan Indomix, para santri menggambarkan keragaman suku dan budaya Indonesia lewat lagu daerah, pakaian daerah serta tarian dari berbagai daerah di Indonesia. Semangat kebersamaan terlihat dalam tarian yang menggambarkan Indonesia dari Sabang sampai Merauke ini.


Tidak hanya penampilan seni. Para santri juga menonjolkan kemampuan mereka dalam bidang visual dengan menampilkan berbagai video dari mulai video opening, video jingle hingga video iklan yang semuanya dibuat oleh para santri.

Sebagai kegiatan tahunan yang melibatkan seluruh santri, Daqufest menjadi ajang yang sangat ditunggu tidak hanya oleh para santri tetapi juga para orangtua yang ingin melihat anaknya berkreasi. Para alumni dari berbagai angkatan pun juga hadir untuk melihat perkembangan para adik kelasnya.

Diakhir kegiatan Ayah Yusuf Mansur bersama ustad Ahmad Jamil, ustad Anwar Sani dan ustad Tarmizi Ashidiq, memberikan apresiasi pada kegiatan ini. Mereka pun meminta para santri untuk tetap berkarya dan menjadikan karya seni sebagai ajang untuk berdakwah.

“Hari ini kalian berdiri di panggung Daqufest. Insya Allah nanti kalian akan berdiri di panggung dunia” ujar Kyai Yusuf Mansur memuji para santri.

Acara berakhir dengan sebelumnya para santri melakukan sujud syukur serta pembacaan surah Al-Mulk dan doa untuk keberkahan kita semua.

Ditulis oleh, Syahda Aqila Syakir, santri kelas 11 

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu

daqu.sch.id

Gd. Adh-Dhuha Pesantren Tahfizh Daarul Qur'an
Jl. Thamrin Ketapang, Kp. Ketapang Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten
021-2789 9696

PesantrenDaQu, 2019 © All Rights Reserved