BeritaKegiatanKH. Yusuf MansurPesantrenBerbagi di Hari Santri

Di hari santri ini, para santri pesantren tahfizh Daarul Qur’an ingin merayakan dengan berbagi kepada masyarakat yang berada di luar pondok
PesantrenDaQu PesantrenDaQu3 minggu ago188

Memperingati hari santri yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober, selain melakukan upacara pada pagi hari, santri pesantren tahfizh Daarul Qur’an juga melakukan kegiatan bakti sosial berupa membagi pakaian layak pakai, kebutuhan pokok serta uang jajan.

Bakti sosial ini dilakukan ditiga lokasi yakni Roemah Tawon, Kampung Rongsok serta ke pendopo preman dan anak jalanan. Ketiga lokasi tersebut berada di Kota Tangerang.

Selain untuk berbagi tujuan kegiatan ini sebagai sarana silahturahmi, bersosialisasi, berinteraksi, belajar dan berbagi di lingkungan masyarakat, terutama di masyarakat yang kondisinya berbeda sehingga para santri memiliki bekal ketika lulus dari pesantren dan terjun ke masyarakat.

Berbagi Tawa di Roemah Tawon

Berlokasi di Jalan  Melati X, RT.003/RW.004, Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Roemah Tawon merupakan sebuah komunitas yang didirikan oleh Fais Santang (27) pada tahun 2011 lalu. Komunitas ini dibentuk untuk membantu anak-anak pinggiran rel memperoleh pelatihan keterampilan. Mulai dari bahasa asing, seni, hingga beragam pelajaran pembentukan karakter.

 

Selain bercengkerama dengan anak-anak di komunitas ini, para santri dari kelas 7,8 dan 9 juga berbagi donasi yang berhasil mereka kumpulkan berupa pakaian layak pakai serta dana untuk operasional komunitas tersebut.

Kegiatan inipun disambut positif oleh para santri sebagaimana disampaikan oleh Bima Iswa Osabila, kelas 8, yang mengaku senang bisa berbagi sekaligus berkenalan dengan masyarakat di luar pesantren.

Hal serupa disampaikan oleh Bestian Chico, santri kelas 7, yang bersyukur di hari santri ini bisa berbagai kebahagiaan dengan anak-anak di Roemah Tawon dan juga jadi lebih kenal dengan komunitas tersebut.

Kampung Rongsok

Setelah itu kegiatan berbagi dilanjutkan ke Kampung Rongsok yang berada tepat di belakang kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang, tepat di pinggir Kali Cisadane.

Dinamakan Kampung Rongsok karena semua penghuni di kampung ini merupakan para pemulung dan tukang rongsokan. Bantuan berupa pakaian, beras dan minyak goreng serta uang tunai pun diberikan para santri kepada para warga Kampung Rongsok.

 

Para santri pun melihat dengan langsung kehidupan para warga di Kampung Rongsok, di mana para warga tinggal di rumah gubuk, ada yang di pinggir kali cisadane dan ada juga yang di lahan kuburan.

“Alhamdulillah kami diberi kesempatan oleh Allah untuk bisa turun langsung ke masyarakat yang sangat membutuhkan. ujar Lili Abdullah salah satu santri yang ikut.

Hal senada disampaikan oleh Adam Khan yang mengaku sempat kaget bahwa di tengah Kota Besar masih ada warga yang tinggal di tempat yang kurang layak. “Tapi saya juga bersyukur dari perjalanan ini saya bisa merasakan bagaimana pentingnya ilmu, keluarga dan rasa bersyukur kepada Allah”

Sementara itu Alfian mengaku senang bisa ngebantu orang lain dengan cara seperti ini.

Pendopo Preman dan Anak Jalanan

Jelang malam para santri kelas 7,8 dan 9 melanjutkan kegiatan baksos mereka ke Pendopo Preman dan Anak Jalanan yang berlokasi di Pengayoman, Tangerang. Kata Preman di sini merupakan singkatan dari Persatuan Remaja Majelis Ngaji yang mayoritas anggotanya adalah preman yang telah insaf. Para santri pun berbagi dana tunai untuk digunakan sebagai operasional pendopo tersebut. Saat ini di Pendopo Preman tinggal sebanyak 50 orang yang tadinya merupakan mantan preman yang sudah beralih profesi sebagai pedagang, tukang parkir dan lainnya. 

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu