BeritaKegiatanKH. Yusuf MansurPesantrenPeran 3 Asas Pendidikan Bagi Kerukunan Umat Manusia

Kerukunan tercipta ketika kita saling mencintai. Bahkan, Habib Ali Al-Jufri menjelelaskan, kita perlu mencintai pelaku maksiat. “Kita benci maksiatnya tapi karena kita cinta pada manusia maka pelakunya yang kita dorong untuk keluar dari maksiat tersebut”
PesantrenDaQu PesantrenDaQu7 hari ago83

Habib Ali Jufri berkunjung ke Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an pada Jum’at, (29/11) malam. Setelah berkeliling pesantren, beliau menyempatkan bersillaturrahmi di kediaman pimpinan pesantren, Kyai Ahmad Jamil, untuk memberikan pembekalan pada SDM Daarul Qur’an.

Habib Ali Jufri duduk bersebelahan dengan Kyai Yusuf Mansur dan beberapa tokoh seperti Syeikh Muhammad Jaber dan Habib Ahmad Novel Jindan. Qori’ Millenial, Taqy Malik, juga hadir di tengah-tengah jama’ah. Beliau berbicara mengenai 3 asas pendidikan yaitu seorang pengajar, murid, dan pemimpin.

Para pengajar harus memahami kemuliaan yang mereka pikul ketika mengajarkan Alquran. “Yang dibutuhkan dari pengajar bukan menjelaskan huruf Alquran tapi menerangkan cahaya yang terpancar dari huruf-huruf Alquran”, ujar beliau menggunakan Bahasa Arab yang diterjemahkan oleh Habib Jindan bin Noval.  Artinya, segala aspek pembelajaran Alquran harus memberikan kebaikan bagi santri, pengajar, dan seluruh manusia. “Kita perlu guru yang mentalghinkan cahaya Quran, berkaitan dengan akal dan hati. Huruf Alquran di dalam akal tapi keimanan di dalam hati, maka dari itu harus di prioritaskan”, tambah beliau.

Islam datang ke Indonesia dengan dasar Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Para murid harus dipahamkan bahwa perbedaan mazhab itu hal yang lumrah. “Ada juga muslimin di luar itu dan semua itu Islam. Selama mereka tidak ada sikap untuk mencederai Rasulullah dan keluarganya”, ujar Habib Ali Al-Jufri. Dengan begitu kerukunan antar manusia akan terus terjalin.

Kerukunan tercipta ketika kita saling mencintai. Bahkan, Habib Ali Al-Jufri menjelelaskan, kita perlu mencintai pelaku maksiat. “Kita benci maksiatnya tapi karena kita cinta pada manusia maka pelakunya yang kita dorong untuk keluar dari maksiat tersebut”, ungkapnya. Kecintaan tersebut juga mencegah turunnya laknat Allah SWT. “Kita tidak mau membangun permusuhan dengan siapapun, tapi hak kita untuk tidak ikut-ikutan dengan kemaksiatan serta melarang orang untuk bermaksiat yang akan menghancurkan negeri kita”, tukasnya. Dengan cinta yang tertananam dalam hati akan membuahkan akhlak yang baik.

Menggunakan agama sebagai alat pemecah kerukunan kini kerap terjadi. Hal tersebut merupakan siasat para pelakunya untuk meraih kekuasaan. “Menjadikan Islam sebagai rujukan dalam politik itu bagus tapi menjadikan Islam sebagai alat memecah belah itu tidak dibenarkan”, tegasnya. Habib Ali Jufri medoakan agar para pimpinan tidak terjerumus ke dalamnya.

Selanjutnya Habib Ali Jufri akan memberikan ceramah di Masjid An-Nabawi setelah pelaksanaan sholat Isya berjama’ah.

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu