id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Kedai minuman thai tea kian mejalar di Indonesia. Indonesia menjadi pasar yang tepat untuk perkembangan usaha minuman asal Thailand tersebut. Iklim Indonesia yang cenderung panas membuat thai tea begitu menyegarkan. Tersedianya berbagai varian rasa dan topping juga membuat jenis minuman ini laris di pasaran. Peluang bisnis tersebut dimanfaatkan oleh putri pertama pendiri Daarul Qur’an, KH Yusuf Mansur, yakni Wirda Mansur.

Menjelang pukul 10 pagi, Jum’at (6/12), Wirda dibantu beberapa keluarganya tengah menyiapkan outlet. Tak berselang lama para pembeli mulai berdatangan. Promo beli 2 gratis 1 menjadi daya tarik tersendiri pada launching outlet yang diberi nama Zegerr! itu. Mulai dari yang hanya membeli satu hingga memborong 15 gelas sekaligus.

Ada berbagai varian rasa yang ditawarkan. Original, mangga, green tea, red velvet, vanilla, dan oreo dapat dipesan sesuai selera masing-masing.

Tak butuh waktu lama, menjelang Ashar outlet milik Wirda tersebut telah tutup. Sebuah tulisan menandakan bahwa dagangannya di hari launching itu telah habis.

Pertumbuhan pesat usaha di bidang kuliner dalam 2 tahun terakhir coba Wirda manfaatkan. Maka dari itu minuman yang sedang digandrungi masyarakat Indonesia ini menjadi alasan Wirda membuka outletnya. “Gue sih percaya bahwa usaha kuliner ini sangat diminati masyarakat Indonesia, terutama kaum millennial”, ungkapnya.

 

Di media sosial Wirda terkenal dengan usaha di bidang fashion. Ia menyadari bahwa terjun di usaha bidang kuliner merupakan sesuatu yang baru baginya. Namun, justru itu merupakan tantangan yang mendorong semangatnya untuk membuka outlet Zegerr!.

Wirda Mansur merupakan anak seorang da’i kondang yang juga lulusan pesantren. Kehidupan pesantren yang indetik dengan nilai-nilai agama membuat orang kerap beranggapan miring tentang potensi para santrinya. Hal tersebut disanggah oleh Wirda. Ia pun berpesan bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi dirinya.

“Tidak ada yang salah dengan itu semua (belajar agama). Baiknya kalian bisa mengembangkan passion kalian. Misalkan ada yang suka di kesenian, otomotif, kecantikan, atau usaha bidang lainnya, ya ayok lah kita jadi santripreneur”, ujarnya. Dengan mengembangkan potensi khususnya di bidang usaha maka santri akan berperan dalam berkembangnya perekonomian umat.