ArtikelBeritaKegiatanKetagihan Ikut Pesantren Holiday

Meski bercita-cita menjadi dokter, bagi Safira belajar agama dan menghafal Al-Qur’an tetaplah sebuah kewajiban.
PesantrenDaQu PesantrenDaQu4 minggu ago226

Bukan sekali dua kali, ini adalah ketiga kalinya Safira, santri yang masih duduk di kelas 5 SD, mengikuti Pesantren Holiday. Sang bunda yang menjemputnya setelah penutupan, Kamis (26/12), berujar bahwa Safira sendiri yang menginginkannya. Kegiatan pesantren yang berbeda dengan sekolah lainnya menjadi daya tarik bagi Safira.

“Fira ikut ini pas di kelas 3, kelas 4, dan kelas 5”, ungkap sang bunda. Awalnya, kakak Safira yang mengikuti Pesantren Holiday. Safira ikut serta mengantarkan sang kakak. Jatuh cinta pada pandangan pertama dengan lingkungan Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an lah yang mendorongnya mengikuti Pesantren Holiday juga. “Katanya di sini tuh bagus pesantrennya. He he he. Banyak arena bermainnya”, kata ibunda Safira.

Anak yang terkesan pemalu jika bertemu dengan orang baru ini ternyata memilki jiwa yang tangguh. Terbukti, olahraga berkuda dan memanah menjadi kegemarannya. “Yang kita tau tuh kan kalo pesantren jarang yang ada arena memanah sama berkudanya. Kebetulan di Daqu tuh ada. Kayaknya keren banget kalau bisa pesantren di Daqu he he he”, ungkap sang bunda sembari terkekeh.

Selain belajar, apresiasi juga diberikan pada anak yang berprestasi di Pesantren Holiday. Hal tersebut menjadi motivasi bagi Safira. Setelah 3 tahun akhirnya ia mampu membawa sebuah piala. “Awal-awal tuh dia pengen banget dapet piala. Akhirnya dia sudah hafal juz 30. Terus dia bilang ‘mamah aku mau ikut (lagi). Ntar Insya Allah dapet piala’ eh bener dapet piala. Seneng banget”, ujar sang bunda bahagia.

Meski bercita-cita menjadi dokter, bagi Safira belajar agama dan menghafal Al-Qur’an tetaplah sebuah kewajiban. “Katanya mau jadi dokter, dokter ustadzah. Yang bisa bantu orang tapi bisa juga baca Qur’annya. Amiin.”, ungkap sang bunda.

Ibunda Safira mengakui, perkembangan zaman membuat pemikiran semakin maju. Dengan berpegang teguh pada agama kita tidak akan terjerumus pada kesesatan. “Banyak-banyak berdo’a buat anak ya. Karena bagaimanapun kembalinya ke yang atas (Allah SWT). Mudah-mudahan anak kita juga bisa jadi lebih baik lagi”.

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu