id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Mengenal Islam Bersama Kyai Ahmad Jamil

Kajian dengan tema “Mengenal Islam” diselenggarakan oleh Biro Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an untuk asatidz dan asatidzah SMP dan SMA di gedung Al-Fath, Kamis (23/1). Bila sesuai rencana, kajian akan dilaksanakan setiap bulan. Pimpinan Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Kyai Ahmad Jamil menjadi narasumber pada kajian Part 1 ini.

Kepala biro Litbang, Ustadz Rizky, menjelaskan kajian ini dilaksanakan secara terjadwal dalam rangka memperkaya khazanah asatidz dan asatidzah, terutama yang bisa diimplementasikan di ruang kelas. Dengan begitu, mereka tidak hanya membawa satu metode saja ketika mengajar. “Kolaborasi antar guru sangat dimungkinkan dan ini dilakukan secara bertahap”, ungkapnya.

Dalam kajian kali ini Kyai Jamil menerangkan secara gamblang mengenai agama Islam. “Islam itu pasrah, tunduk.”, ungkap beliau merujuk surat Ash-shaffat ayat 3.

Secara Istilah, Islam itu berserah kepada tauhid dan terbebas dari unsur syirik.

Pada dasarnya Islam dibagi menjadi 2, Al-Islam Al-Kauni dan Al-Islam Asy-Syar’i.
“Al-Islam Al-Kauni yakni tunduknya semesta pada Allah secara qudrotiyah.”, jelas Kyai Jamil merujuk kepada Surat Ali Imran ayat 83. “Sadar atau tidak sadar, ridho atau tidak ridho, harus patuh pada ketentuan Allah”, lanjut beliau.

Sementara Al-Islam Asy-Syar’i, Islam secara syari’at artinya tunduk, patuh, pasrah, atau taat pada perintah Allah.

Terakhir, Kyai Jamil juga menerangkan Implementasi Islam dalam kehidupan. Beliau menjelaskan bahwa Islam itu bukan hanya ibadah mahdhoh, tapi nilai-nilai agama Islam yang memperkokoh kita sebagai muslim juga harus diterapkan. “Rasulullah ke madinah tidak langsung menyampaikan dasar-dasar tauhid, tapi Rasulullah terlebih dahulu menyampaikan value of Islam“, jelasnya.

Value of Islam yang diajarkan Rasulullah pada penduduk Madinah terdiri dari 4 macam, yaitu; Menebarkan salam, menyambung silaturahim, membantu muslim yang kesusahan, serta menjadi orang yang berbeda. “Extraordinary people. Kita harus punya seusatu yg bikin mereka menarik”, tukas Kyai Jamil.