BeritaKegiatanPesantrenMerengkuh Cinta-Nya

“Tanda rusaknya seroang murid ketika mencontoh gurunya ketika berhasil”
PesantrenDaQu PesantrenDaQu1 minggu ago97

Tabligh Akbar dengan tajuk “Menjadi Hamba-Nya yang Taat dan Menjalankan Sunnah-Sunnah Rasululaah Shallallaahu ‘Alaihi Wa Sallam” digelar di Masjid An-Nabawi, Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Ketapang, Sabtu (8/2). Pimpinan Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an, Kyai Ahmad Jamil, mendampingi Habib Ali Zainal Abidin bin Alwy Al-Kaff yang menigisi acara tersebut. Seluruh santri memenuhi masjid dan Sumber Daya Insani Daarul Qur’an juga diarahkan mengikuti Tabligh Akbar itu.

Sebelum Al Habib menyampaikan pesannya, hadroh santri Daarul Qur’an mengiringi lantunan shalawat untuk mengenang baginda Rasulullah SAW sekaligus membuktikan rasa cinta umatnya pada beliau.

Habib Ali Zainal Abidin menerangkan bagaimana membuktikan cinta kita pada Allah SWT dan Rasul-Nya. Dimulai dari nama Allah SWT itu sendiri. Kenikmatan dirasakan ketika menyebut nama-Nya karena lidah kita seolah tanpa kesulitan mengucapkannya.

Allah itu Maha Penyayang. Maha Penyayangnya Allah sudah dibuktikan karena ia mengijinkan kita hadir dalam majelis ilmu. “Kalau antum benar-benar cinta pada Allah, maka taati aturan-aturan Allah. Artinya cinta adalah keta’atan”, ungkap Habib Ali.

Habib Ali berpesan pada seluruh santri untuk mencontoh para guru bukan hanya ketika mereka sukses namun segala jerih payahnya yang menjadi acuan. “Tanda rusaknya seroang murid ketika mencontoh gurunya ketika berhasil”, terang Habib Ali.

Habib Ali menjelaskan bahwa ummat Rasulullah itu ada 3.  Yang pertama Saabiqun Bil Khairot. “Mereka yang tak pernah bermaksiat. Cinta kepada Rasul tak diperlukan dalil yang shahih, tapi hati yang shahih. Pelajari perasaan, akhlak, sebelum menuntut ilmu” pesannya. Orang yang mencapai derajat ini akan masuk surga tanpa hisab.

Yang kedua adalah Muqtashid. “(mereka) melaksanakan kewajiban tapi kadang sunnah kelewat”, terang Habib Ali. Orang yang mencapai derajat ini akan masuk surga lewat hisab.

Dan yang terakhir adalah Dzalimun Bi Nafsih. “Kalau lagi semangat dia semangat kalau lagi lemes dia lemes” jelas Habib Ali. Mereka yang ada di derajat ini tetap akan masuk surga dengan syafa’at Rasulullah SAW.

Kita selalu berdo’a agar Allah SWT mencintai diri kita. Setidaknya Allah SWT meridhoi kita berada di derajat Muqtashid. Aamiin.

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu