id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Daarul Qur’an Lampung Goes to Pahawang Island

Fieldtrip, merupakan salah satu agenda tahunan Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung yang tahun ini mengangkat tema “Wisata Bawah Air Bumi Pahawang” ini dilaksanakan pada Kamis, 25 Februari 2020. Agenda tahunan ini memberi kesempatan bagi santri kelas 7 dan 8 untuk melihat indahnya alam bawah Laut Pahawang.

Kegiatan yang bertujuan menumbuhkan rasa peduli santri kepada alam bawah laut Indonesia, juga bertujuan untuk mengenalkan biota-biota laut kepada para santri ini dimulai dengan pembekalan yang disampaikan langsung oleh Pengasuh Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung, Ustadz Mulyanto, juga doa yang dipimpin oleh Ustadz Nuril Abidin.

Usai pembekalan, perjalanan pun dimulai. Perjalanan diisi oleh pembacaan surat Al-Waqi’ah bersama-sama.

Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu sekitar satu jam setengah, tibalah rombongan fieldrip Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung di lokasi tujuan. Kemudian para santri diarahkan untuk langsung menuju dermaga 2 Pantai Ketapang. Disana para santri diberi pengarahan serta dibagikan alat snorkeling juga pelampung dari instruktur dan pembina.

Berikutnya, seluruh santri diarahkan naik ke kapal untuk menuju Pulau Pahawang Besar. Ada 9 kapal yang telah siap membawa para santri menuju pulau tersebut, terdiri dari 8 kapal kecil, dan 1 kapal besar untuk para guru dan pembina.

Antusias para santri tergambar jelas di raut wajah mereka yang telah lengkap dengan kacamata renang beserta pelampung di badan masing-masing. Kapal bergerak bersamaan menuju pulau pahawang besar.

Perjalanan ini tidak hanya menjadi pengalaman baru bagi para santri, tapi juga bagi para guru Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Lampung. Ini merupakan kali pertama Pesantren Daqu Lampung mengadakan fieldtrip bertema wisata bawah air.

Tidak hanya itu, lagi-lagi ada pengalaman baru yang didapat dari perjalanan ini, yaitu para santri dapat melihat dan memberi makan ikan secara langsung. Para santri juga diberi kesempatan untuk foto underwater yang tentunya dibawah bimbingan dan pengawasan instruktur berpengalaman.

Setelah puas snorkling, seluruh santri diarahkan untuk kembali ke kapal masing-masing untuk melakukan perjalanan menuju pulau kedua, yaitu Pulau Pasir Timbul. Keindahan yang ada di Pulau Pasir Timbul ini berhasil membuat para santri merasa betah dan ingin berlama-lama disana hanya untuk sekedar bermain, berenang, dan menanam pohon bakau.

Waktu menunjukkan pukul 12.17, para santri diarahkan untuk kembali ke kapal dan kembali melakukan perjalanan menuju pulau ketiga, yaitu Pulau Pahawang Kecil. Perjalanan ini tidak memakan waktu lama, karena jarang antar pulau tidak terlalu jauh.

Setibanya di Pulau Pahawang Kecil, para santri dijamu dengan hidangan makan siang yang dilanjutkan dengan shalat dzuhur berjamaah di masjid.

Di pulau ketiga ini, para santri diberi kesempatan untuk kembali melihat secara langsung kehidupan bawah Laut Pahawang. Berbeda dengan spot snorkeling sebelumnya, di bawah laut di sekitar Pulau Pahawang Kecil ini memiliki lebih banyak terumbu karang. Disamping snorkeling, para santri juga diberi kesempatan untuk berfoto bersama ikan nemo yang hidup dan dilestarikan di alam bawah laut Pulau Pahawang.

Saat para santri tengah asyik berfoto bersama ikan nemo, instruktur mengumumkan bahwa masih ada satu tempat lagi yang akan dikunjungi. Sontak pengumuman ini membuat para santri menjadi lebih bersemangat dan lebih antusias lagi.

Setibanya di pulau keempat, yaitu Pulau Kelagian Besar, pulau yang menyuguhkan pemandangan indah dengan pasir putih dan pantai yang bersih nan asri. Para santri sangat antusias melihat keindahan pulau tersebut, ada yang bermain sepak bola, bermain ombak, dan tidak sedikit juga yang hanya sekedar duduk-duduk di tepian pantai sambil menikmati silir angin.

Usai sudah perjalanan fieldtrip hari ini. Para santri diarahkan untuk kembali menuju pantai ketapang besar dermaga 2. Setibanya disana, para santri membilas dan membersihkan badan untuk persiapan melaksanakan shalat maghrib berjamaah dan kembali ke pesantren tercinta.