ArtikelMenangkal Hoax Corona

Di situasi genting seperti pandemik corona ini ada kalanya dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mengeruk keuntungan sendiri, salah satunya dengan membuat berita bohong atau hoax.
PesantrenDaQu PesantrenDaQu1 jam ago4

Di situasi genting seperti pandemik corona ini ada kalanya dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mengeruk keuntungan sendiri, salah satunya dengan membuat berita bohong atau hoax. Berita yang tiap hari mengalir semakin menyulitkan pembaca untuk membedakan mana yang benar dan tidak. Maka dari itu dibutuhkan kejelian dan ketelitian serta mentalintas yang kuat dari pembaca disertai pengetahuan yang cukup tentang wabah yang sedang terjadi.

Celah-celah hoax bisa terjadi lewat laman yang mengatasnamakan pemerintah atau pemegang wewenang. Sebut saja penyemprotan desinfektan yang dilakukan Pemerintah Provnsi DKI Jakarta dengan tautan laman Kementerian Komunikasi dan Informasi. Lain lagi dengan pemberitaan bapak presiden Indonesia, Jokowi. Ia dikabarkan positif terjangkit virus corona. Untungnya, beberapa hari kemudian beliau memberikan keterangan bahwa hasil tesnya dinyatakan negatif. Hal-hal seperti itu sulit dicegah perkembangannya kalau kita hanya mengandalkan pola informasi-konfirmasi-klarifikasi. Dibutuhkan pula sikap kritis untuk membuktikannya.

Hal yang paling mudah dilakukan adalah menahan sementara informasi yang sampai ke kita sebelum disebarkan lagi hingga berita tersebut dinyatakan valid. Bagaimana kita tahu kalau itu valid? penggunaan sosial media yang bijak sangat dibutuhkan di sini. Kita harus mengetahui beberapa situs dan sosial media dari para pemegang wewenang itu. Usahakan jangan membuka link tautan yang diberikan. Lebih baik kunjungi laman yang kita ketahui dengan masuk dari halaman mukanya.

Waktu yang diberikan pemerintah untuk belajar, bekerja, dan beribadah di rumah agaknya harus kita sikapi dengan lebih elegan. Selain melaksanakan kewajiban tersebut, kepedulian kita akan pandemik ini juga dibuktikan dengan rajin membaca, hitung-hitung menambah informasi dan menumbuhkan habit baik yang baru kalau memang kita tak terbiasa dengan itu.

Keuntungan lain dari membaca adalah lingkup sosial kita akan bertambah, terutama dengan orang-orang yang juga aware akan wabah ini. Kok bisa? ya, karena sesuatu yang baru kita dapat akan membuat kita penasaran sehingga kita tak segan bertanya dengan beberapa relasi, sekedar hanya mengkonfirmasi berita yang beredar. Dari situ relasi akan terus berkembang sampai ke informan yang terpercaya. Atau bahasa kerennya kita punya Entity Relationship Diagram (ERD) sebagai “databse” dalam memperoleh informasi.

PesantrenDaQu

PesantrenDaQu