id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Dua Cara Berlindung dari Covid-19 Ala Rasulullah SAW

Keberadaan Virus Corona (Covid-19) saat ini semestinya dianggap sebagai ujian atau balasan dari Allah SWT. kepada kita semua sebagai umat-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al-Anbiyaa’ ayat 35 yang artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian atau cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.”

Pada masa Rasulullah dan para sahabat, umat Islam juga pernah menghadapi serangan wabah penyakit. Saat itu dikisahkan dalam sebuah Hadits dari Imam Bukhari; Sahabatku Umar sedang dalam perjalanan menuju Syam saat sampai di wilayah bernama Shargh, Umar mendapatkan kabar adanya wabah di wilayah Syam. Kemudian Abdurrahman bin Auf mengatakan kepada Umar, jika Nabi Muhammad SAW pernah berkata, “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.”

Lantas, bagaimana cara Rasulullah dan para sahabat dalam menghadapi wabah penyakit saat itu ?

Cara yang dilakukan Rasulullah SAW beserta para sahabat dalam menghadapi wabah penyakit juga sangat mungkin untuk diterapkan di zaman modern, termasuk untuk menghadapi pandemi virus Corona atau Covid-19. Sebagai seorang muslim yang hidup di zaman modern, hendaknya kita kembali kepada ajaran-ajaran agama kita. Dengan berkaca kepada upaya-upaya yang dilakukan Rasulullah SAW beserta para sahabat saat menghadapi wabah penyakit pada masanya, berikut dua hal yang harus kita lakukan, kedua hal ini juga disampaikan oleh beberapa Ulama untuk kita tempuh sebagai seorang muslim dalam menyikapi wabah virus corona (Covid-19);

Pertama, Senantiasa Berlindung kepada Allah.

Di dunia ini tidak ada satu pun tempat berlindung kecuali pada Allah Swt Sendiri. Segala Ciptaan di dunia ini milik Allah termasuk Virus. kita sebagai umat islam diwajibkan meminta perlindungan dari wabah ini kepada Allah dengan cara membaca doa-doa pelindung, salah satunya doa yang dianjurkan untuk dibaca di pagi dan petang hari:
Hal ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam sebuah hadits yang artinya; “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan ciptaan-Nya,” (HR Muslim dan Ibnu Sinni)

Kedua, Ikhtiar kepada Allah.

Jika seseorang mengharapkan sesuatu terhadap dirinya, seperti perubahan nasib, mendapatkan rezeki, ilmu, dan sebagainya, maka ia harus melakukan suatu upaya lahiriah secara aktif dan nyata, inilah yang disebut ikhtiar atau usaha. Jika kita berharap terhindar atau selamat dari virus Corona, maka kita harus mengetahui petunjuk dari para ahli di bidang kesehatan, sebab merekalah yang secara khusus mendalami ilmu di bidang ini dan hukum mempelajarinya adalah fardhu kifayah. Dan berikhtiar hukumnya wajib. Maka barangsiapa yang mau berikhtiar, maka ikhtiarnya akan dicatat sebagai ibadah.

Dalam doanya, KH. Yusuf Mansur berkata : “Bumi dan seisinya ini milik Allah, termasuk Virus Corona juga milik-Mu, Ya Allah. Engkau yang punya virus ini, maka lindungilah kami dari Virus ini Ya Allah.”

Oleh : Naufal Ikbar, Santri Kelas 10 Pesantren DaQu Ketapang