id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Antisipasi Covid 19, SDI Pesantren Tahfizh Daqu Jalani Rapid Test

Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an terus mematangkan kesiapan menjalankan tatanan aktivitas baru di lingkungan pesantren. Yang terbaru, Pesantren Tahfizh Daqu Ketapang menggelar Rapid Test untuk Sumber Daya Insani (SDI) di lingkungan Pesantren Daqu Ketapang, Kamis, 18 Juni 2020. Rapid Test dilakukan di gedung Al-Fatihah, Fullday Daarul Qur’an Ketapang, bekerjasama dengan RS Daan Mogot Kodam Jaya Tangerang. SDI yang memiliki intensitas keluar rumah yang tinggi diharuskan mengikuti Rapid Test ini.

Rapid test diawali oleh 3 pimpinan Daqu, yakni Ustadz Ahmad Jamil, Ustadz Anwar Sani dan Ustadz Tarmizi lalu diikuti 350 orang SDI. Ketiganya dinyatakan non-reaktif Covid 19.

Pimpinan Direktorat Pendidikan dan Dakwah Daqu, Ustadz Ahmad Jamil, mengatakan Rapid Test ini juga dalam rangka mematangkan persiapan kembalinya santri ke pesantren. “Karena semuanya harus bersiap. Berbagai langkah dilakukan pesantren, salah satunya Rapid Test, untuk memastikan keberlangsungan kegiatan pondok berjalan aman dan nyaman sekaligus menjawab kekhawatiran yang ada”, ungkapnya.

Langkah ini ditanggapi dr. Haryadi Hendry, salah satu dokter yang memeriksa para pasien Rapid Test. Pihak rumah sakit, ujarnya, berterima kasih karena dibantu dalam upaya memutus rantai Covid 19 ini. Dengan begitu masyarakat juga banyak yang semakin ingin tahu tentang kesehatannya. “Soalnya banyak juga yang takut meriksa, takut sama hasilya”, ungkapnya.

Ia pun berujar, kekhawatiran adalah hal yang wajar, termasuk pada orangtua yang masih takut menyekolahkan anaknya lagi. Yang paling penting standar kesehatan yang ditetapkan harus diindahkan. “Kalau semuanya dilakukan sesuai standar yang juga ditetapkan pemerintah, dan pesantren ini pun juga menerapkan standar kan, sebenenya tidak perlu takut”, katanya.

“Pengadaan Rapid Test ini juga sebagai jaminan para pengajarnya dan anggota yang ada di pesantren ini terjamin kesehatannya. Karena para pengajar juga, toh, ga mau muridnya tertular penyakit”, lanjut dr. Haryadi.

Ke depan, Rapid Test juga akan dilakukan di seluruh cabang Pesantren Tahfizh Daqu.