id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Rapid Test SDI Daqu Cikarang, 100% Non Reaktif Covid 19

Pesatren Tahfizh Daarul Qur’an Putri Cikarang juga terus bersiap. Rapid Test yang sebelumnya dilakukan di Pesantren Daqu Ketapang dan Malang juga digelar di sini. Selasa (23/6/2020), para dokter sudah bersiap di lantai 2 gedung sekolah sejak pukul 9 pagi untuk memeriksa SDI dari Pesantren Daqu Cikarang, Cianjur, Karawang dan Cikreteg.

SDI yang hadir berjumlah 71 orang dari 84 SDI yg direkomendasikan ikut Rapid test. “Di luar Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Jadi yang di Jakarta, Tangerang dan Bekasi sudah kami isolasi terlebih dahulu selama 14 hari. Sehingga Insya Allah mereka sudah dalam kondisi yang fit”, terang Pengasuh Pesantren Daqu Cikarang, Ustadz Hery Setiawan.

Satuan tugas Covid 19 Pesantren Daqu Cikarang sebelum pelaksanaan ini juga telah dibentuk. Salah satu ketentuan yang mereka buat adalah mengisolasi terlebih dahulu para SDI yang akan mengikuti Rapid Test. “Mereka juga tidak diperkenankan untuk langsung berhubungan dengan warga sekitar. Apalagi karena kita ada di perumahan yang lebih sensitif dan rentan terhadap penyebaran virus ini. Untuk muamalah (jual-beli) juga kita himbau jangan sembarangan dan selalu memperhatikan protokol kesehatan. Bagi SDI yang belum ikut kita wajibkan untuk melakukan secara mandiri”, jelas Ustadz Hery.

Rapid Test juga dalam rangka menyambut kedatangan para santri. Bahkan, beberapa wali santri mengaku sudah siap mengantarkan anaknya kembali ke pesantren. Meski begitu, kata Ustadz Hery, tak dipungkuri masih ada wali santri yang khawatir. Rapid test ini juga diharapkan mampu menenangkan kekhawatiran mereka.

Berdasarkan informasi dari tim medis RS. Daan mogot Kesdim Jaya yang memeriksa, seluruh SDI yang jalani Rapid Test dinyatakn non reaktif Covid 19. Hal itu serupa dengan hasil Rapid Test SDI Pesantren Daqu Ketapang dan Malang.

Hasil ini patut disyukuri. Selain itu, hasil tersebut semakin memantapkan ikhtiar pesantren menjaga keamanan dan kenyamanan santri ketika kembali ke pondok. “Kita yakin dan ikhtiar dengan menjalankan protokol kesehatan, tetapi kita juga tetap yakin bahwa yang mengangkat semua ini adalah Allah SWT”, tutup Ustadz Hery.