id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Teruslah Belajar Karena Perjalanan Masih Panjang

Virtual Graduation atau wisuda online semakin jadi hal lumrah dalam dunia pendidikan. Di lingkungan pendidikan Daarul Qur’an sendiri sudah beberapa kali diselenggarakan. Diantaranya untuk tingkat SMA, Shibyan sampai SD Fullday, juga Pesantren tingkat SD atau Shigor Bandung. Terbaru, Shigor Putra-Putri Tangerang juga gelar virtual graduation ini. 


Sama seperti di tingkat SMA, acara ini berlangsung di gedung Adh-Dhuha lantai 6 dengan settingan tempat berpanggung layaknya wisuda seperti biasa. Bedanya, para wisudawan tidak naik ke sana, tapi para pimpinanlah yang duduk menyaksikan seremoni ini. Sementara para wisudawan merayakannya di rumah masing-masing. Hari Sabtu (27/6/2020) sejak jam 9 pagi semua peserta acara telah bersiap menghadap layar masing-masing. 

Perjalanan para wisudawan memang masih panjang, mengingat mereka “baru” menyelesaikan jenjang pendidikan sekolah dasar. Karena itu, semangat menuntut ilmu terus digaungkan oleh para pemberi sambutan. Dan yang pertama oleh Kepala Direktorat Pendidikan, Ustadz Ahmad Jamil. 


“6 tahun kalau menuntut ilmu itu masih sedikit, kalau kata imam syafii syarat menuntut ilmu adalah kuuluzzaman (sepanjang masa). Jangan lupa diamalkan ilmu agamanya dalam kehidupan sehari-hari”, pesan beliau. 

Pesan semangat menuntut ilmu tak hanya untuk para wisudawan. Ananda Aisyah, santri Shigor putri, di mana kalimat yang ia ucapkan tak seperti anak seusianya, juga berpesan untuk adik-adik kelasnya. “Saling mendoakan harus jadi kebiasaan kita. Untuk adik-adik kelas, jangan pernah lelah dan nikmati prosesnya”, ujarnya diakhiri tepuk tangan hadirin tanda salut atas kemampuan retorika yang ia punya.


Semangat saja tak cukup tanpa sebuah doa. “Semoga ini semua menjadi amal ibadah buat kita semua, khususnya para pimpinan Daarul Qur’an”, tutur H. Wahyu Nurjamil. Beliau adalah orangtua dari ananda Raffi Affan Syabib, salah satu santri yang mampu menyelesaikan hafalan lebih dari 20 juz. Doa yang beliau panjatkan sekaligus memantik semangat Daarul Qur’an untuk terus menelurkan insan yang berkualitas. 

Virtual graduation semakin syahdu dengan lantunan Surat Yusuf ayat 101 oleh sang guru, ayah dan panutan, KH Yusuf Mansur. Ayat yang menjelaskan betapa kuasa Allah SWT di atas segalanya. Nabiyullah Yusuf yang diceburkan ke sumur oleh Fir’aun bahkan bisa menjadi pemimpin Mesir selanjutnya. 

“Ketika kita mengembalikan segalanya pada Allah, maka segala sesuatunya akan jadi hebat, termasuk dalam memberikan pendidikan pada anak”, terang beliau. ”Maka apakah ayah bunda yang menitipkan anak-anaknya ke Shigor atau sekolah lain tapi tetap tidak lebih baik nasibnya dari Yusuf maka yang terjadi adalah salah nitip. Nitipnya ke manusia tapi tetap tidak nitip pada Allah”, lanjutnya, sebagai pengingat bagi orangtua.


Sejatinya, kata UYM, para orangtua wisudawan adalah orang-orang yang hebat. Sejak sang anak ada di jenjang SD mereka rela terpisah. Kalau bukan karena Allah dan doa yang terus dipanjatkan, maka sang anak bisa jadi kesulitan. 

“Andai Yusuf tidak pernah terpisah dari Yaqub maka Yusuf tidak akan mendapatkan doa terbaik dari Yaqub”, kata beliau, dilanjutkan dengan bercerita kisah menyentuh salah seorang wali santri yang mau melepas anaknya sejak dini. “Pas ditanya, ‘kenapa mau berpisah dengan anaknya di pesantren?’ Beliau menjawab ‘Karena kita ingin berkumpul di surga selama-lamanya’, subhanallah.” Bukti kalau Allah sudah kita hadirkan dalam kehidupan, maka segalanya jadi indah.