id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Peran Besar Ulama di Balik Merdekanya Bangsa Ini

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah.”

Begitu kata Bung Karno. Beliau adalah proklamator merdekanya Indonesia. Bersama para pejuang lain, Indonesia berhasil direbut dari tangan penjajah.

Paparan tentang sejarah penting bagi masayarakat Indonesia, termasuk para santri. Apalagi, peran Islam, termasuk ulama, santri dan pesantren sangat kental dalam terwujudnya kemerdekaan. Bertepatan dengan perayaan tahun baru Hijriyah, Prof Ahmad Mansyur Suryanegara, seorang cendekiawan dan pakar sejarah sekaligus penulis buku sensasional “Api Sejarah”, hadir di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang, Sabtu (29/8/2020) untuk memaparkan hal fundamental tersebut.

Di hadapan para santri dan Sumber Daya Insani (SDI), beliau memaparkan bagaimana semangat yang harusnya terbangun di diri masyarakat pesantren dalam menyikapi kemerdekaan. Paparan terperinci beliau tuturkan dalam diskusi dengan tajuk “Khidmat Santri Untuk Negeri Dulu, Kini dan Nanti”, di Masjid An-nabawi.

Usia yang hampir memasuki dekade ke 9 tak mengahalangi semangat juangnya mengungkap fakta sejarah yang mungkin banyak orang belum tahu. Bahkan, sebelum diskusi dimulai, pendiri Daarul Qur’an dalam sambutannya mengatakan bahwa Prof Ahmad Mansyur adalah mata air ilmu. Lewat lisannya, duduk bersama beliau barang 10 menit bisa memperoleh ilmu yang mendalam.

Namun, lautan ilmu itu yang dalam itu harus diselami dengan kesabaran. Pesan sabar itu Ustadz Yusuf Mansur sampaikan mengutip Surat Al-Baqoroh 152 sampai 153.

Dengan membaca bukunya saja kita bisa mengetahui kedalaman ilmu Prof Ahmad Mansyur berkaitan dengan sejarah Indonesia. Berdampingan dengan pimpinan Darul Qur’an, beliau bercerita mulai dari lambang Pancasila, dasar negara, bendera negara sampai dasar hukum negara Indonesia yakni UUD 1945.

Yang menarik adalah, menurut Prof Ahmad Mansyur, Indonesia sejatinya lahir dengan filosofi Islam. Hal itu tak terlepas dari peran para alim ulama, yang bahkan namanya tak pernah tersebut dalam buku sejarah konvensional.

Beberapa contoh aspek yang berkaitan dengan Agama Islam antara lain dasar negara, yakni UUD 1945. Berasaskan Ketuhanan yang Maha Esa, di dalamnya pun tertuang pasal tentang agama yakni di Bab 11 pasal 29.

Kemudian bendera merah putih yang menurut Prof Ahmad Mansyur berasal dari Rasulullah SAW. Dan yang paling mencengangkan adalah paparannya tentang lambang Pancasila. Menurutnya, Perisai di dada pada lambang tersebut adalah cerminan Ka’bah beserta tempat Hajar Aswad bersemayam.

Prof Ahmad Mansyur benar-benar membuka wawasan baru untuk masyarakat Pesantren Daarul Qur’an yang paparannya itu juga ditayangkan live via Youtube Pesantren Daqu. Namun, hal terpenting adalah bagaimana cara kita bersyukur atas kemerdekaan yang kita raih serta jangan melupakan peran alim ulama di belakangnya.

“Allah itu berpihak pada kita. Ratusan tahun Indonesia dijajah tapi tidak hancur. Karena apa? Karena ada Ulama. Ulama yang tak pernah lepas dari Al-Qur’an”, jelas Prof Ahmad Mansyur.

Menyambung ucapan Ustadz Yusuf Mansur, beliau juga berpesan untuk pantang menyerah menuntut ilmu di pesantren. Apalagi, keberkahan Al-Qur’an pasti akan selalu megiringi. “Ngaji Qur’an pasti hidup. Ngaji saja, Allah yang atur”, kata Prof Ahmad Mansyur, mengutip perkataan kyai-kyai besar Lirboyo, Pasuruan serta sesepuh-sesepuh daerah yang lain.