id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Adaptasi Kebiasaan Baru, Pramuka Daqu Bergulir Kembali

Siang hari sekitar jam 13.00, seluruh santri telah berbaris di lapangan. Terik matahari dan suasana puasa tak membuat para santri kalah. Semuanya tetap semangat menggunakan seragam pramuka lengkap untuk acara pembukaan kegiatan pramuka di Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Tangerang, Sabtu (29/8/2020) di lapangan futsal pesantren.


MC telah memberi salam, tanda upacara akan dimulai. Dengan satu komando, seluruh santri diam dan bersiap mengikuti upacara.

Pemimpin upacara memasuki lapangan. Yang menjadi pemimpin upacara kali ini adalah Lambang Pratama, santri kelas 11 sekaligus anggota Pasus (pasukan khusus) powerfull. Lantangnya suara pemimpin upacara ketika menyiapkan barisan terdengar seantero pondok.


Pembina upacara pun memasuki lapangan upacara. Penghormatan dilakukan dan dipimpin oleh pemimpin upacara.

Pengibaran bendera pramuka oleh Paskibra dari Pasus Powerfull. Selesai pengibaran, amanat dari pembina upacara.


“Pramuka merupakan satu-satunya eskul wajib diantara 26 eskul lainnya. Ustadz harap kalian sebagai anak pramuka menerapkan sekali nilai-nilai dasadarma. Terutama dasadarma ke sepuluh”, pesan Ustadz Syaiful Bahri sebagai pembina upacara.


Kegiatan upacara telah selesai, namun acara masih jauh dari selesai. Masih ada penampilan dari Devil hawk (dot 1), Black panther (dot 3), dan Pasus Eagle Team. Penapilan yang dibawakan oleh Devil Hawk memiliki konsep seru, fun, dan modern, karena satu satunya penampilan yang menggunakan musik. Penampilan dari Black Panther memiliki konsep kekompakan yel-yel dot tersebut. Yel-yel mereka juga mirip dengan film Black Panther garapan Marvel studio, yang pemerannya baru saja menghembuskan nafas terakhir. Penampilan mereka memiliki kekompakan, keterampilan, kerja sama, juga suara yang tiada duanya. Mereka menunjukan bagaimana sih pasus kalau yel-yel.


Selesai penampilan, tiap-tiap dot saling beradu yel-yel. Mereka saling coba mengalahkan satu sama lain. Rivalitas antar dot ketika pramuka memang sangat kental. Tapi, ketika di luar pramuka, tidak ada rivalitas antara mereka. Seluruh santri berkumpul dengan dotnya masing-masing sebelum akhirnya acara benar-benar selesai.

 

Oleh: Taqy Khaikarrafi, santri kelas 11 Pesantren Daqu Tangerang