id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Bazar “New Muharram” Meriahkan Pesantren di Era New Normal

Santri bertambah banyak selepas sambutan Ustadz Syaiful Bahri. Hari itu, Senin, 31 Agustus 2020, Bazar Muharram tak terelakkan menjadi titik temu antar santri. Ada 7 stand bazar yang tersedia, masing-masing dari kelas 7 sampai kelas 12 dan tambahan 1 stand milik asatidz pengasuhan santri.

Lapangan basket dan futsal pesantren dikerubungi para santri. Untungnya, makanan dari bazar bisa dibawa ke luar sehingga tidak terjadi penumpukan yang lebih parah.

Beberapa saat sebelum resmi transaksi diperbolehkan, para santri dan asatidz serta SDI yang hadir disuguhkan hiburan lewat stand up comedy oleh Akhi Giant, santri kelas 9. Namanya yang seperti karakter Giant di film animasi “Doraemon” memang persis seperti tampilannya. Namun, karena itu pula dia berhasil menghibur lewat gerakan-gerakan tubuh “aneh” serta jokes yang menggugah tentang Body Shaming.

Giant bukan hanya penampil tunggal, beberapa tampilan seperti drama, puisi, sampai salah satu asatidz ikut berpartisipasi dalam penampilan tersebut.

Makanan dan minuman yang dijajakan buatan tangan para santri sendiri. Di salah satu pojok stand ada yang cukup unik, yakni Mie Tsunade. Mie kuah menggunakan susu full cream dan perpaduan bumbu lainnya terasa lumer di mulut sekaligus menyuguhkan sensasi gurih tiada duanya. Tidak kalah dengan merek-merek kenamaan. Dan yang pasti, harganya pas di kantong pelajar.

Ada lagi es buah segar dengan campuran buah-buahan seperti melon, mangga dan pepaya ditambah manisnya sirup dan segarnya es batu. Siang hari yang terik terbayar ketika meneguk minuman tersebut.

Dekorasi unik nan cozy juga jadi daya tarik masing-masing stand. Seperti stand yang menggambarkan suasana alam dengan dekorasi pohon dan kayunya. Jajan di sana pun berasa lagi di tengah hutan.

Kretifitas tersebut memang sejalan dengan tujuan adanya bazar ini. Seperti kata Ustadz Sayaiful Bahri bahwa santri harus berjiwa enterpreneur dan inovatif.

Para santri juga bisa belajar menghargai apa yang mereka lakukan. Penting bagi mereka agar semangat dalam dirinya tak luntur. Seperti kata Ustadz Ugi Agus Setiadi, Wakil Ketua Pengasuhan Pesantren. “Penting buat kekompakan satu sama lain. Yang kedua bagaimana mereka belajar berdagang ala Rasullullah lalu refreshing sejenak dengan keceriaan mereka hari ini.”

Theodor, santri kelas 12, juga mengaku merasakan manfaat Bazar Muharram ini. Konsep bisnis yang dipelajarinya membuat skillnya di bidang ekonomi terasah. “Juga mengajarkan santri agar berani dalam menerima resiko dalam dunia bisnis”, tambahnya.