id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Ahlan Wa Sahlan Mahasiswa Baru Institut Daarul Qur’an

Hujan yang mengguyur Kota Tangerang Senin malam (14/9/2020) sempat membuat acara Kuliah Perdana Institut Daarul Qur’an (Idaqu) tersendat. Sedianya acara digelar di halaman Idaqu, namun akhirnya dipindah ke dalam masjid Al-Anwar. Tapi, seperti kata Pak Rektor, Ustadz Anwar Sani, hujan jutsru tanda keberkahan yang Allah berikan bagi acara yang sekaligus penyambutan mahasiswa baru ini.

Acara juga disiarkan live via Channel Youtube Idaqu untuk para mahasiswa yang tidak hadir secara langsung. Hal tersebut juga dalam rangka mencegah kerumunan di masa pandemi ini.

Kuliah Perdana Idaqu terasa spesial karena sekaligus jadi Gala Premier film Idaqu garapan sutradara yang juga aktor dalam film Ketika Cinta Bertasbih, Cholidi Asadil Alam. “Saya di sini memperkenalkan sebagai seorang sutradara. Saya merasa 10 tahun jadi bintang film udah, saya pengen di belakang layar. Di Indonesia banyak sutradara top, hebat, tapi sutaradara Islami tidak banyak. Dan saya memang mau berdakwah”, ungkap Cholidi sekaligus jadi inspirasi bagi para mahasiswa.

Cholidi bukan satu-satunya entertain yang hadir. Pemeran Salim dalam sinetron Si Entong yang tayang di salah satu stasiun televisi pada tahun 2006-2008, Hafiz Salim, juga ada di tengah-tengah mahasiswa. Ia pun telah terdaftar sebagai mahasiswa Idaqu. “Saya di sini bukan cuma mau belajar, kita semua di sini bukan hanya belajar tapi juga mau memperbaiki akhlak”, akunya.

Malam itu Idaqu tak berhenti memberikan kejutan. Selain hadirnya deretan entertain yang namanya telah harum di telinga masyarakat, kali ini seorang kakek berusia 66 tahun ikut dipanggil pak rektor ke hadapan mahasiswa lain. Pak Odong Sujana namanya. Di ujung namanya telah diikuti titel magister. Namun, Allah memberikan jalan bagi pak Odong untuk mendapat keberkahan Kalamullah sesuai keinginannya lewat wasilah menggali ilmu di Idaqu.

Semangat Qur’ani memang menjadi dasar berdirinya Idaqu. Sang pendiri Yayasan, Ustadz Yusuf Mansur, menjelaskan bagaimana Allah akan bekerja untuk hambanya lewat wasilah bacaan Al-Qur’an.

Pengalaman demi pengalaman bercengkrama dengan Al-Qur’an beliau kisahkan. “Emang siapa yang bisa menjadikan kamu pemimpin, penggerak, khalifah di muka bumi ini? Kata Allah. Terus Allah kayak nanya gitu kan, ‘mau ga?’, oh saya langsung, ‘oke, pilih saya Ya Allah sebagai Al-Mustofa”, tuturnya menjelaskan salah satu frasa dalam Al-Qur’an, “Amman”, yang punya makna luar biasa. Karenanya, beliau juga mengabadikan frasa itu dalam sebuah kitab yang sedang ia tulis.

Live music jadi hiburan penutup malam yang penuh hikmah dan keceriaan di Idaqu ditemani cemilan yang dapat dibeli di deretan stand berhiaskan hangatnya cahaya lampu.