id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Pembukaan Diklat Keterampilan Pelaut, Kerjasama Kemenhub dengan Pesantren Daqu

Setelah melalui seleksi, 13 santri terpilih untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keterampilan Pelaut di Politeknik Pelayaran Banten. Kegiatan ini hasil kerjasama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang berdaya guna, sesuai amanat Direktur Balai Besar Pendidikan, Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP), Weku Frederik Karuntu, M.M, selaku pihak yang menggelar kerjasama ini.

Para santri akan digembleng selama 13 hari, mulai tanggal 5 sampai 17 Oktober 2020 di mana pembukaan kegiatan ini dilakukan Selasa (6/10/2020). Mereka akan dilatih berbagai keterampilan, di antaranya Basic Safety Training, bagaimana perlindungan diri ketika berada di kapal. Kemudian pertolongan ketika terjadi kecelakaan (Medical First Aid atau MFA). Terakhir, mereka juga berlatih untuk meningkatkan kesadaran keamanan dalam materi Security Awareness Training.

Ketiga materi itu dibungkus dengan kegiatan dalam dan luar ruangan. Sesuai nama materinya, kegiatan ini juga bertujuan mendidik masyarakat dan mempunyai keterampilan kelautan agar meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Hal itu sejalan dengan ketentuan perundang-undangan.

Dalam acara pembukaan itu, perwakilan Pesantren Daqu, Ustadz Hendy Irawan Saleh, mengatakan bahwa ini merupakan kesempatan buat para santri yang tak boleh disa-siakan. Pasalnya, dengan kegiatan yang juga jadi program prioritas nasional BP3IP ini santri bisa mengepakkan sayapnya hingga sektor kelautan.

Tak ketinggalan, Direktur Politeknik Pelayaran selaku tuan rumah, Heru Widada M.M, juga mengapresiasi hasil kerjasama yang terjalin. Menurutnya, setelah megikuti kegiatan ini santri bisa langsung mempergunakan sertifikat pelatihan untuk mencari pekerjaan. Indonesia yang tergabung dalam organisasi kelautan dan pelayaran dunia jadi keuntungan juga untuk para santri karena sertifikat yang dikeluarkan juga sesuai standar dan telah diakui dunia internasional. Tentunya, diharapkan kerjasama ini tak berhenti sampai sini. “Bisa juga pondok pesantren bergantian memberikan siraman rohani buat kami” ujar Heru.