id info@daqu.sch.id 021-2789-9696

Kyai Jamil Berikan Wejangan Untuk Santriwati dan Asatidzah Shigor Putri

Kumandang Adzan Maghrib terdengar, di saat yang bersamaan sampailah Kyai Jamil, Bunda Yeny dan juga anak bungsu keduanya, Khadijah, bersilaturrahmi ke Shigor Putri. Beliau akan memberikan tausiyah berisikan cerita-cerita menarik yang dapat menambah semangat para santriwati.

Malam itu, Selasa (6/10/2020) semua santriwati berbondong-bondong memakai mukena dan membawa sajadah di pundaknya masing-masing. Mereka menuju ruangan kelas yang telah disediakan untuk mendengar nasihat dari Kyai Jamil.

Allahu Akbar…. Terdengar suara takbir pertanda mulainya sholat Maghrib yang dipimpin Kyai Jamil sebelum acara dimulai. Setelah itu, pastinya membaca dzikir dan do’a disertai dengan bacaan shalawat Thibbil Qulub dan do’a tolak bala secara bersamaan. Selanjutnya, Bunda Yeny maju untuk menemani Kyai Jamil bercerita di depan.

‘’Kira-kira apa nih cita-cita kalian kedepannya?’’ tanya Kyai Jamil usai beberapa menit menceritakan kisah Abdullah Bin Mas’ud. ‘’Ana ustadz, ana mau jadi dubes,”  ujar salah satu santriwati dengan begitu semangat. Tak ketinggalan, Kyai Jamil dan keluarga juga didampingi Pengasuh Shigor Putri, Ustadz Jaya Rukmana.

Di pertengahan tausiyah, Khadijah membagikan makanan ringan dan susu kemasan kepada seluruh santri dan para asatidzah. Tawa kecil dan senyuman di bibirnya pun pecah saat ia bertemu dengan sepupunya yang sedang nyantren di Shigor Putri. Semua yang hadir dalam majelis itu terlihat sangat menikmati acara sambil terus mengunyah makanan dan minuman yang dibagikan.

Kyai Jamil masih terus bersemangat memberikan motivasi tak hanya untuk para santriwati, namun juga para asatidzah. Waktu yang semakin malam tak menyurutkan semangat beliau dan melanjutkan acara dengan memberikan training untuk para asatidzah. Beliau memberikan berbagai trik dalam mengajar. Sebagai orangtua, beliau juga membagikan pengalamannya dalam mendidik anak.

Acara malam itu beliau tutup dengan berkeliling ke kamar santriwati yang mempunyai ciri khas masing–masing. Setelah itu, Kyai Jamil, Bunda Yeny dan Khadijah pulang dengan senyum yang merekah tanpa mengenal rasa lelah, sambil melambaikan tangan ke semua santri dan meninggalkan kesan yang manis untuk Shigor Putri.